Netral English Netral Mandarin
08:26 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Gatot Nurmantyo Akan Terima Bintang Mahaputera, Refly Harun: Nuansa

Kamis, 05-November-2020 08:50

GenPi
Foto : Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
GenPi
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun komentari rencana pemberian Bintang Mahaputera dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Diketahui Refly, berdasarkan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, semua mantan panglima dan mantan menteri akan mendapatkan tanda jasa kehormatan serupa. 

Refly mempertanyakan, dalam konteks pemberitan tanda jasa kehormatan dilakukan. Dia juga mempertanyakan, apakah setiap Peringatan Hari Pahlawan ada pemberian tanda jasa kehormatan. Pasalnya yang dia ketahui hanya ada penganugerahan pahlawan nasional saja, dan tanda jasa kehormatan hanya diberikan saat Peringatan Hari Kemerdekaan. 



Refly juga menyoroti pemberitan tanda jasa kehormatan pada Politikus Fahri Hamzah dan Fadli Zon pada Hari Kemerdekaan. Dia menduga, itu bisa menjadi salah satu rangka menjinakkan keduanya yang kerap sampaikan kritik. 

"Ada juga hasilnya, partai Fahri Hamzah, yakni Gelora mendukung Bobby Nasution (Menantu Jokowi) di Sumatera Utara. Sementara Gerindra juga mendukung," kata Refly, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Kamis (5/11/2020).

Lantas bagaimana dengan Gatot? Menurutnya, keberadaan Gatot di KAMI cukup diperhitungkan. Perhitungannya, sebuah organisasi yang melakukan kegiatan sering dihadang. Bahkan ada bagian KAMI yang ditangkap dan ditahan karena terperangkap UU ITE. 

"Bagaimana Gatot? Ini jauh lebih perlu dijinakkan. Nalar Mahfud MD (pemberian tanda jasa kehormatan) sudah hak nya. Tapi nuansa menjinakkan tetap ada," jelas Refly. 

Menurutnya, pemerintah telah separuh sukses dalam konteks Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Meskipun keduanya masih melakukan kritik pada pemerintah.

"Apa Gatot Nurmantyo akan jinak juga setelah dapatkan Bintang Mahaputra?," jadi pertanyaan Refly. 

Reporter : Martina
Editor : widi