Netral English Netral Mandarin
20:24wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Gatot Rutin Gaungkan Isu Kebangkitan PKI, Yunarto: Nah Kan, Tiap September Dia Manggung Lagi

Selasa, 28-September-2021 11:00

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.
Foto : Politika.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyindir mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang rutin mengangkat isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di bulan September atau jelang peringatan peristiwa G30S/PKI.

Yunarto menyebut, September sudah menjadi agenda tahunan Gatot untuk 'manggung' membawakan isu kebangkitan PKI.

Hal itu disampaikan Yunarto mengomentari isu terbaru yang dihembuskan Gatot, yakni soal adanya indikasi penyusupan paham komunis ke dalam tubuh TNI yang ditandai dengan hilangnya patung Soeharto dkk di Markas Kostrad.

"Nah khan, tiap September dia manggung lagi... Gak mau kalah sama Vina Panduwinata "September Ceria"...," tulis Yunarto di akun Twitternya, Senin (27/9/2021).

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo berpendapat bahwa komunis masih eksis di Indonesia bahkan ada indikasi telah menyusup ke tubuh TNI.

Hal itu, menurut Gatot, bisa dilihat dari hilangnya sejumlah barang di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat.

Barang-barang tersebut berkaitan dengan peristiwa penumpasan komunisme di Tanah Air pada era Orde Lama.

Tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini menceritakan, Museum Darma Bhakti dulunya merupakan ruang kerja Soeharto ketika merancang penumpasan PKI.

Di museum itu, lanjutnya, sempat dibuat diorama yang menampilkan pembicaraan antara Jenderal Soeharto selaku Pangkostrad ketika itu, Letjen TNI Sarwo Edhie komandan RPKAD, dan Jenderal AH Nasution Panglima TNI AD.

Namun, ungkap Gatot, patung ketiga tokoh nasional itu kini sudah dihilangkan dari museum tersebut.

Gatot menyatakan, penghilangan patung tokoh nasional G30S/PKI di Markas Kostrad itu sebagai upaya penyusupan paham komunis di militer Indonesia.

"Maka saya katakan ini kemungkinan sudah ada penyusupan paham-paham kiri, paham-paham komunis di tubuh TNI," kata Gatot pada acara webinar yang berjudul 'TNI Vs PKI' pada Minggu (26/9/2021).  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani