Netral English Netral Mandarin
12:06 wib
Tersiar informasi bahwa Kejaksaan Agung memeriksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan karena adanya unrealized loss investasi. Dibalik suksess harum bumbu masak mi instan indomie ternyata ada Hj Nunuk Nuraini yang kemarin, Rabu, (27/1/2021), tutup usia.
Gatot Sebut Polisi Brutal dan Kejam, FH: Polri Penegak Hukum, Bukan Penjahat!

Selasa, 08-December-2020 21:39

Politisi Ferdinand Hutahaean (FH).
Foto : Istimewa
Politisi Ferdinand Hutahaean (FH).
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Ferdinand Hutahaean menyebut Komentar Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo memperkeruh situasi. Seperti diketahui, Gatot mengatakan Polisi brutal dan kejam dalam kasus penembakan kepada laskar Front Pembela Islam.

 

Menurut Ferdinand, Polisi tak pantas disebut brutal dan kejam dalam kasus ini karena mereka Bekerja atas nama Undang-Undang dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan.



 

"Pernyataan sprt ini hanya memperkeruh situasi, mencemarkan nama baik kepolisian dan mendiskreditkan petugas kepolisian yg bekerja atas nama UU dlm melakukan penyelidikan dan penyidikan.

 

Polri bukan penjahat sehingga disebut brutal dan kejam. Polri penegak hukum..!!" Tulis Ferdinand di akun Twitternya Selasa (8/12/2020).

 

Sebelumnya, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmatyo, memberikan respons atas penembakan terhadap 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) oleh polisi di Tol Cikampek, Senin dini hari, 7 Desember 2020. Gatot menilai penembakan yang dilakukan polisi sangat tidak manusiawi.

 

"KAMI memprotes keras atas tewasnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) pengawal Habib Rizieq Shihab di Jalan Tol Cikampek. Tindakan tersebut adalah teror brutal dan perbuatan kejam," kata Gatot dalam keterangannya, Selasa, 8 Desember 2020.

 

Menurut Gatot, tindakan tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak Pancasilais yakni orang yang tidak berketuhanan yang maha esa dan berperikemanusiaan yang adil dan beradab. Sebab, kata Gatot, aksi yang dilakukan tersebut dapat dikatakan tidak berperikemanusiaan.

 

"KAMI mendesak Presiden Joko Widodo membentuk tim independen pencari fakta untuk mengusut peristiwa tersebut secara obyektif, imparsial, dan transparan, guna menyingkap pelaku dan pemberi perintah yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa," ujar Gatot

 

Dalam menyikapi peristiwa ini, kata Gatot, Presiden Joko Widodo harus mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat. Karena peristiwa ini bisa saja masuk dalam pelanggaran HAM berat.

 

"KAMI mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun pimpinan Polri, yang patut diduga terlibat atau tidak mencegah tindakan pelanggaran hukum dan HAM berat itu," ujar Gatot.

 

Mantan Panglima TNI itu juga meminta masyarakat untuk bersatu. Jangan sampai ketidakadilan ada di Indonesia.

 

"KAMI menyerukan Rakyat Pancasilais sejati untuk bersatu padu menghentikan Indonesia meluncur menjadi negara kekerasan dan anti-demokrasi," ujarnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati