• News

  • Gayahidup

Ini Alasan Garam Bisa Akibatkan Hipertensi

Ilustrasi Hipertensi.
Istimewa
Ilustrasi Hipertensi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bagi Anda penderita hipertensi, pasti sudah tidak heran lagi dengan pantangan dan diet garam. Lantas, tahukah Anda alasan garam bisa akibatkan hipertensi dan berbahaya bagi penderitanya?.

Dijelaskan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH,FINASIM ginjal bertanggung jawab akan keberadaan garam dalam tubuh Anda. Ginjal menjadi organ tubuh yang mengatur garam bisa disaring, diserap, hingga dikeluarkan dari tubuh. 

Adapun garam memiliki sifat yang mengikat air, karena selalu bersama dengan air maka volume darah akan bertambah. Melalui bertambahnya volume darah, maka tekanan darah akan naik. 

"Garam mengikat air, maka volume darah bertambah. Volumen darah bertambah, maka tekanan darah naik," kata Dr Tunggul saat Diskusi Media "Kendalikan Hipertensi, Sayangi Ginjalmu" di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Menurut Dr Tunggul, sebetulnya masih banyak mekanisme lain yang dapat menjelaskan alasan garam bisa akibatkan tekanan darah naik atau hipertensi. Namun apa yang disampaikan dia, adalah salah satu mekanisme paling sederhana yang bisa dipahami oleh masyarakat awam.

Pernyataan ini disampaikan Dr Tunggul, pasalnya hipertensi dapat menjadi penyebab risiko kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, mata, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah tepi yang mengakibatkan kecacatan dan kematian.

Di Indonesia, dengan jumlah penduduk 265 juta orang, prevalensi hipertensi meningkat 34,1 persen pada 2018 dibandingkan 2013 sebesar 27,8 persen.

Lebih lanjit disampaikan bahwa tekanan darah tinggi juga merusak unit penyaringan kecil di ginjal (nephron) yang mengakibatkan proses penyaringan di ginjal akan terganggu, sehingga fungsi ginjal sebagai penyaring dan pembuang racun-racun sisa metabolisme akan terganggu.

"Ini akan berakibat menumpuknya racun-racun dan cairan di dalam darah dan seluruh tubuh. Cairan berlebih dalam pembuluh darah akan meningkatkan tekanan darah lebih tinggi lagi," kata Dr Tunggul.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian