• News

  • Gayahidup

Lima Fakta tentang Yeti, Makhluk Misterius dari Himalaya

Manusia Salju - Seruni
Seruni
Manusia Salju - Seruni

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dari dulu hingga sekarang, fenomena unik dan penuh keanehan selalu menjadi pokok perbincangan yang hangat bagi para pecinta science fiction.

Dari UFO, segitiga bermuda hingga makhluk misterius bernama Yeti. Kali ini NNC akan membahas soal Yeti.

Yeti atau Manusia Salju Menakutkan adalah sejenis primata besar yang menyerupai manusia yang menghuni wilayah pegunungan Himalaya di Nepal dan Tibet. Nama Yeti dan Meh-Teh umummnya digunakan secara luas oleh penduduk asli di wilayah tersebut,  dan merupakan bagian dari kisah sejarah dan mitologi mereka. Orang-orang Nepal juga menyebutnya Bonmanche yang berarti "manusia liar" atau "Kanchanjunga rachyyas" yang berarti "Iblis Kanchanjunga."

Berikut adalah 5 Fakta tentang Yeti :

1. Teori Yeti telah populer sejak tahun 80-an

Pada tahun 1986, pendaki gunung asal Italia Reinhold Messner, mengklaim bahwa makhluk misterius itu adalah spesies beruang yang terancam punah - entah itu beruang coklat Himalaya atau beruang biru Tibet - yang bisa berjalan dengan kaki belakang mereka.

Ia mengatakan telah membunuh seekor 'Yeti' saat menjumpainya di Nepal, yang berarti salah satu dari spesies ini menjadi terancam punah lebih dalam lagi setelah berurusan dengan Reinhold.

2. Daily Mail bahkan ikut terlibat

Surat kabar Daily Mail Inggris mengirim ekspedisi ke Nepal pada tahun 1953.

Mereka mencetak sebuah artikel setahun kemudian tentang penemuan kulit kepala Yeti. Tapi ketika melihat laporan mereka, Profesor Frederic Wood Jones menyimpulkan bahwa itu bukanlah kulit kepala bukan pula berasal dari seekor berjenis kera.

3. Suka Meninggalkan jejak di salju

Konon makhluk ini meninggalkan jejak di salju dan tinggal di pegunungan Himalaya. Meskipun ada puluhan ekspedisi di pengunungan terpencil Rusia, Cina, dan Nepal, keberadaan Yeti masih cukup sulit ditemui.

Dikutip dari Livescience, Yeti dipercaya memiliki tubuh berotot dengan rambut abu-abu gelap atau coklat kemerahan. Beratnya diperkirakan dapat mencapai 91-171 kilogram.

4. Ekspedisi-ekspedisi terbaru juga tak banyak mengungkap

Para penjelajah dan penggemar Yeti terus bergiat sampai saat ini, namun secara tidak mengejutkan, mereka tidak menemukan apapun sama sekali.

Namun bahkan temuan baru ini pun tidak mencegah orang-orang yang fanatik dan menganggap sosok Yeti yang sesungguhnya masih di luar sana.

5. Bukan Merupakan Makhluk Primata

Banyak orang mengira Yeti adalah makhluk primata dari jaman prasejarah itu mendiami belantara salju Himalaya di benua Asia.

Namun sebuah kajian baru menyimpulkan bahwa semua bukti fisik menunjukkan Yeti ini berasal dari jenis hewan beruang.

Profesor Denmark Dr Charlotte Lindqvist adalah pakar yang bertanggung jawab dalam menyudahi mitos berabad-abad yang diwariskan dari generasi ke generasi di Nepal.

"Temuan kami mengukuhkan bahwa dasar-dasar biologis legenda Yeti dapat ditemukan dalam beruang-beruang setempat," kata Charlotte, dari University of Buffalo, New York.

Reporter : Albert Adji
Editor : Sesmawati