• News

  • Gayahidup

Diabetes Adalah Silent Killer dan Ibu dari Segala Penyakit

Diabetes adalah silent killer dan ibu dari segala penyakit.
Diabetes
Diabetes adalah silent killer dan ibu dari segala penyakit.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Konsultan Metabolik Endokrin Dr dr Fatimah Eliana, SpPD, KEMD, FINASIM mengatakan bahwa masyarakat harus terus disadarkan akan horornya diabetes.

Pernyataan ini disampaikan pasalnya diabetes adalah silent killer dan ibu dari segala penyakit atau induk dari berbagai penyakit degeneratif seperti stroke, hipertensi, jantung koroner dan disfungsi ereksi. Dikatakan, diabetes disebut silent killer karena banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya menyandang diabetes.

“Masyarakat harus sadar beberapa gejala diabetes karena terkadang tidak disadari. Beberapa gejala diabetes yang sering muncul antara lain rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, sering merasa ngantuk, sering merasa lapar dan lemas,” papar Eliana lebih jauh.

Pernyataan tersebut disampaikan Eliana saat media briefing “Gerakan Lawan Diabetes Bersama Dia” di KalCare Lotte Shopping Avenue, Rabu (13/11/2019).

Kata Eliana, diagnosis dan tindakan cepat menjadi titik awal untuk hidup sehat dengan diabetes. Semakin lama diabetesnya terdiagnosis dan diobati, akibatnya akan lebih buruk bagi penyandang diabetes.

Teknologi dasar seperti pemeriksaan gula darah umumnya telah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan di negeri ini. Jika sudah terdeteksi, maka langsung diskusikan pola perawatan yang tepat dengan dokter, sehingga semakin kecil kerusakan akibat risiko diabetes.

“Mengontrol diabetes adalah komitmen harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Karena dengan melakukan pengontrolan dan penanganan diabetes yang tepat dapat menghindari komplikasi akibat diabetes,” kata Eliana.

Pernyataan ini disampaikan memperingati Hari Diabetes Sedunia setiap tanggal 14 November. Diabetes adalah penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi masalah kesehatan serius dan mampu menggerus harapan hidup. Sebenarnya ada banyak cara mengontrol diabetes, sehingga penyandang diabetes dapat hidup lebih baik dan berkualitas.

Data Riset Kesehatan Dasar Dasar (Riskesdas) di Indonesia menunjukkan peningkatan angka prevalensi diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018.

Melalui data tersebut, estimasi jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani