• News

  • Gayahidup

Apakah Vitiligo Menular? Begini Penjelasannya

CEO Klinik Pramudia dr Anthony Handoko SpKK.
NNC/Martina Rosa
CEO Klinik Pramudia dr Anthony Handoko SpKK.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Vitiligo merupakan penyakit hilangnya warna kulit yang berbentuk bercak-bercak warna putih susu. Luas dan keparahan kehilangan warna kulit dari vitiligo sendiri tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi di bagian manapun dari kulit tubuh. Lantas, apakah vitiligo menular?.

Chief Excutive Officer (CEO) Klinik Pramudia dr Anthony Handoko SpKK memastikan bahwa vitiligo tidak menular, akan tetapi kejadiannya sulit diprediksi.

"Vitiligo tidak menular, tapi sulit diprediksi kapan akan timbul. Yang bisa dilakukan adalah pengobatan agar keadaan stabil sehingga tidak timbul lagi. Kapan bisa timbul lagi?, itu tidak bisa diketahui," jelas dia baru-baru ini di Jakarta.

Diketahui dia, proses pengobatan vitiligo membutuhkan waktu yang lama sehingga sulit diketahui data kejadian yang tepat di Indonesia. Namun vitiligo diakui kejadiannya meningkat tiap tahun, salah satunya terjadi karena kesadaran masyarakat yang meningkat akan vitiligo.

Lebih lanjut diketahui, vitiligo terjadi ketika sel-sel yang memproduksi melanin yaitu melanosit mati atau berhenti berfungsi. Biasanya, perubahan warna pertama kali terlihat pada area yang terpapar sinar matahari, seperti tangan, kaki, lengan, wajah dan bibir.

Penyebab pasti vitiligo sendiri masih belum sepenuhnya dipahami, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa berbagai mekanisme seperti, kelainan metabolik, stres oksidatif, respons autoimun, dan faktor genetik berkontribusi pada timbulnya vitiligo.

Meskipun tidak mengancam jiwa, tidak menular dan tidak ada gejala yang dirasakan oleh pasien, efek vitiligo dapat mengganggu secara kosmetik dan psikologis, seperti kurang percaya diri, citra tubuh yang buruk, stress dan efek negatif lainnya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P