• News

  • Gayahidup

Ini 12 Panduan Membeli Pakaian secara Cermat untuk Koleksi Fesyen Pribadi

Ilustrasi memilih koleksi fesyen untuk koleksi pribadi.
Istimewa
Ilustrasi memilih koleksi fesyen untuk koleksi pribadi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tidak dapat dimungkiri bahwa berbelanja pakaian untuk koleksi fesyen pribadi seringkali menjadi salah satu pengeluaran bulanan yang kerap menghabiskan pendapatan. Pakaian memang kebutuhan mendasar dari setiap manusia. Apalagi, fungsinya sekarang ini tidak hanya sekadar untuk menutup tubuh, pakaian juga dapat menunjung gaya fesyen seseorang yang ingin ditampilkan pada khalayak.

Apalagi, di masa sekarang berbelanja pakaian sudah banyak kemudahan, tidak perlu lagi membawa uang tunai, karena telah tersedia banyak alternatif metode pembayaran seperti kartu debit, kartu kredit, maupun voucher. Salah satu voucher yang cukup sering dijadikan alat pembayaran adalah voucher MAP yang dapat digunakan pada berbagai ritel fesyen seperti Zara, Pull & Bear, Massimo Dutti, Marks & Spencer, Lacoste, Mango, dan lainnya.

Dengan berbagai kemudahan dari metode pembayaran tersebut, tidak jarang orang yang menghabiskan uang dalam sekejap ketika berbelanja pakaian. Pada akhirnya, anggaran pengeluaran bulanan pun menjadi membengkak dan tidak jarang pula yang nilainya melebih pemasukan. Karena itu, sebaiknya lebih cermat dalam mengatur pengeluaran bulanan untuk berbelanja pakaian sebagai koleksi fesyen pribadi.

Rutin berbelanja pakaian untuk memperbarui koleksi fesyen pribadi memang tidak salah. Namun, sebaiknya tetap pastikan bahwa hal tersebut tidak memperburuk kondisi keuangan dan hindari dari kebutuhan yang sebenarnya. Nah, berikut ini adalah 12 panduan membeli pakaian secara cermat untuk koleksi fesyen pribadi:

1. Periksa koleksi yang Anda punya sebelum berbelanja
Sebelum memutuskan untuk kembali berbelanja, ada baiknya cek terlebih dulu isi lemari pakaianmu untuk menengok koleksi fesyen pribadi yang telah dimiiki. Hal ini untuk menghindari Anda membeli barang serupa yang telah dimiliki pada koleksi fesyen pribadi.

Pastikan bahwa Anda mengetahui pakaian-pakaian apa saja yang sudah dimiliki di rumah sebelum memutuskan kembali mengeluarkan uang untuk berbelanja. Dengan dimikian, Anda tidak akan merasa sia-sia mengeluarkan bujet dan dapat menakar sesuai kebutuhan bulanan.

2. Buat anggaran khusus untuk berbelanja pakaian
Pada dasarnya, berbelanja pakaian setiap bulan memang tidak salah, karena semua orang pasti ingin terlihat menarik, begitu pula Anda. Oleh karena itu, Anda harus sepintar mungkin mengatur uang yang Anda miliki setiap bulannya.

Membuat anggaran khusus berbelanja pakaian untuk koleksi fesyen pribadi setiap bulannya patut Anda coba. Pasalnya, dengan membuat anggaran seperti ini tujuannya adalah agar Anda tidak berlebihan dan boros dalam belanja. Perlu diketahui, produk fesyen terbilang banyak sekali, dan mudah sekali “menggoda iman”. Tanpa adanya anggaran belanja yang tersusun dengan baik, maka pengeluaran bisa tidak terkendali pula.

Cobalah untuk membiasakan membuat daftar belanja dengan skala prioritas beserta dengan bujetnya setiap bulan. Misalnya, ada jaket yang sudah rusak karena sering terkena air hujan ataupun keringat. Berarti prioritas belanja Anda bulan ini adalah jaket.

Jangan sampai Anda malah membeli pakaian yang sebenarnya belum sangat dibutuhkan. Harga jaket itu pun ada baiknya ditetapkan atau dipatok di harga tertentu. Hal ini harus dilakukan agar dapat menjadi acuan dalam memilih produk nantinya.

3. Jangan mudah tergiur dengan potongan harga
Ketika berbelanja pakaian untuk koleksi fesyen pribadi seringkali kita mudah tergiur dengan iming-iming potongan harga. Tidak jarang, Anda juga akan berbelanja pakaian secara tidak terkendali ketika melihat adanya potongan harga. Alhasil, pengeluaran Anda dalam berbelanja pakaian membengkak dan melebihi pemasukan yang diterima setiap bulan.

Ketika berbicara potongan harga, baik diskon 50% ataupun 70%, tentu akan sama-sama menggiurkan. Hal ini seringkali menggiring Anda, sebagai konsumen, untuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Parahnya lagi, apabila barang tersebut sebenarnya tidak diinginkan.

Panduan paling ampuh agar tidak tergiur potongan harga adalah selalu menanyakan kembali pada diri sendiri, seberapa butuhkah Anda pada pakaian ini? Ketika tidak dengan harga diskon, apakah Anda akan membelinya? Pertanyaan seperti itu perlu dijawab, karena terkadang uang yang dihabiskan bukan untuk membeli sehelai pakaian mahal, tapi untuk beberapa pakaian berharga murah yang pada akhrinya tidak terpakai.

4. Pilih pakaian yang sedang tidak "ngetren"
Pada dasarnya, pakaian-pakaian yang sedang tren biasanya mempunyai harga yang lebih mahal. Hal ini lumrah terjadi karena pakaian yang sedang tren sering dicari banyak orang. Seperti prinsip ekonomi sederhana, yaitu “supply and demand”. Nah, untuk mengakalinya, tunggu untuk membeli pakaian tersebut hingga telah out of date.

Ketika sedang berbelanja di mal atau toko tertentu, Anda sebaiknya jangan menuju rak new arrival. Sebaiknya, coba jelajahi rak-rak yang diisi oleh pakaian yang sudah tidak "musim"-nya lagi. Pasalnya, baju yang cocok di tubuh Anda tidak harus yang sedang "musim", betul nggak?

5. Pertimbangkan untuk membeli pakaian bekas
Banyak orang, mungkin termasuk Anda, anti dalam membeli pakaian bekas. Meskipun demikian, demi rutin memperbarui koleksi fesyen pribadi lebih menarik ‎dan tetap hemat dalam pengeluaran, membeli pakaian bekas patut dilakukan sesekali. Jangan takut untuk melakukan tawar-menawar ketika membeli di pasar pakaian bekas, sehingga dompet Anda tetap aman.

Selain itu, berbelanja di pasar pakaian bekas bisa jadi alternatif untuk melampiaskan hasrat belanja tanpa menghabiskan banyak uang. Pasalnya, di pasar pakaian bekas Anda bisa menemukan beragam pakaian setengah harga, bahkan di bawah itu.

Tak hanya itu saja, jika Anda sabar dalam mencari, sering dijumpai pakaian branded yang harganya jauh di bawah harga normal dijual di pasar-pasar pakaian bekas. Namun, sebaiknya tetap hindari untuk memilih terlalu banyak hanya karena harganya murah.

6. Belilah pakaian sesuai kebutuhan bukan keinginan
Berbelanja pakaian untuk memperbarui koleksi fesyen pribadi bisa dibilang seperti berinvestasi. Oleh karena itu, selalu belilah pakaian yang mempunyai kualitas baik. Sebaiknya pilihlah bahan yang kuat, tidak panas, karena pakaian tersebut akan sering kamu pakai. Begitu juga dengan kualitas ritsleting atau kancing. Semakin baik kualitas, biasanya akan bertahan lebih lama.

Pakaian berkualitas rendah dan cepat rusak akan membuat kamu lebih sering mengeluarkan uang untuk membeli yang baru.

7. Berbelanja pakaian hanya di akhir bulan
Panduan berbelanja pakaian untuk memperbarui koleksi fesyen pribadi yang satu ini mungkin terdengar cukup asing. Pasalnya, saat akhir bulan biasanya kebanyakan pekerja sedang bokek.

Berbelanja pakaian untuk memperbarui koleksi fesyen pribadi di akhir bulan bertujuan buat menunjukkan bahwa hal tersebut merupakan prioritas terakhir. Anda harus mulai dapat membiasakan untuk menyisihkan gaji di awal bulan untuk kebutuhan paling penting terlebih dulu.

Misalnya, kamu dapat menyisihkan 20 persen untuk tabungan dan investasi, kemudian 40 persen untuk kebutuhan hidup, 20 persen untuk cicilan. Sisanya, dipakai untuk have fun, termasuk berbelanja pakaian untuk memperbarui koleksi fesyen pribadi.

Seperti yang disebut sebelumnya, Anda mempunyai uang 20 persen sisa dari gaji? Uang inilah yang dimaksimalkan untuk memenuhi gaya hidup Anda, termasuk berbelanja pakaian untuk memperbarui koleksi fesyen pribadi. Jadi, Anda dapat berbelanja pakaian berdasarkan sisa uang. Bukan sebaliknya, sisa gaji Anda yang dialokasikan untuk investasi.

8. Survei dan bandingkan harga pakaian yang ingin dibeli
Sebelum memutuskan berbelanja pakaian untuk memperbarui koleksi fesyen pribadi sesuai keinginan, sebaiknya jangan terlalu terburu-buru untuk langsung membelinya. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan survei ke beberapa toko, sekaligus untuk mendapatkan perbandingan harga.

Sebaiknya, bandingkan harga baju yang dijual di toko satu dengan toko lainnya. Siapa tahu, Anda justru menemukan pakaian yang diinginkan dengan harga yang jauh lebih murah. Contohnya, mencari harga-harga pakaian di situs belanja online, Instagram, dan lain sebagainya. Jika mau sedikit berusaha mencari harga miring, maka Anda juga bisa berhemat beberapa puluh ribu ketika berbelanja pakaian.

9. Permak kembali pakaian-pakaian lama
Untuk menekan keinginan berbelanja pakaian untuk memperbarui koleksi fesyen pribadi pada setiap bulan juga dapat dilakukan dengan permak kembali pakaian-pakaian lama. Jangan biarkan pakaian-pakaian lama Anda menumpuk di lemari dan tidak terpakai sama sekali.

Perubahan mode memang kadang bisa membuat Anda malas untuk memakai koleksi pakaian lama dan lebih suka untuk membeli yang baru. Namun, jika Anda ingin menekan keinginan berbelanja pakaian, maka ada baiknya untuk membongkar kembali isi lemari pada saat itu juga. Pakaian-pakaian lama yang ada di lemari ini bisa saja menjadi terlihat baru dan tidak biasa, jika kamu memberikan sedikit sentuhan di dalamnya.

Anda dapat melakukan permak pada pakaian-pakaian lama agar menjadi lebih baru, sehingga tidak terlihat kuno dan membosankan. Kegiatan ini bisa kamu lakukan sendiri di rumah atau bahkan dengan meminta bantuan tukang jahit terdekat, dijamin pakaian-pakaian lama Anda akan menjadi lebih menarik dan terlihat baru lagi.

10. Jual koleksi pakaian yang lama
Jika terpaksa membeli pakaian untuk memperbarui koleksi fesyen pribadi, maka ada baiknya menjual pakaian-pakaian yang lama terlebih dahulu. Pasalnya, koleksi pakaian lama yang Anda miliki pasti akan membuat lemari menjadi tampak berantakan apabila diisi pakaian baru.

Dengan menjual pakaian-pakaian lama, Anda pun bisa mendapatkan tambahan uang yang bisa digunakan untuk menambah bujet untuk membeli pakaian baru. Selain bisa menghemat uang, kegiatan ini juga akan membantu Anda agar lebih mudah menata lemari pakaian, sebab tidak akan ada banyak pakaian yang menumpuk lagi di sana.

11. Kurangi biaya lifestyle yang lainnya
Jika Anda memang tidak bisa mengurangi berbelanja pakaian untuk memperbarui koleksi fesyen pribadi pada setiap bulan, maka ada yang harus dikorbankan. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah mengurangi biaya lifestyle yang lainnya, seperti misalnya nongkrong di kedai kopi, jalan-jalan, dan sebagainya.

Hal seperti ini sebenarnya win-win solution. Kamu tetap dapat berbelanja pakaian, namun tetap tidak menghabiskan pos anggaran untuk kebutuhan lainnya.

12. Hitung kembali jumlah anggaran yang dikeluarkan
Panduan yang terakhir sebelum memutuskan berbelanja pakaian untuk memperbarui koleksi fesyen pribadi adalah menghitung kembali jumlah anggaran yang akan dikeluarkan. Sebelum memutuskan untuk membayar pakaian yang sudah diincar, sebaiknya pertimbangkan hal tersebut. Jangan sampai mengeluarkan uang lebih dari anggaran yang sudah ditentukan sebelumnya.

Editor : Y.C Kurniantoro