• News

  • Gayahidup

JagaWastra Celebration of Life, Gaya Hidup Sehat dan Bergaya dengan Wastra Nusantara

Pendiri JagaWastra Neneng Rahardja.
Istimewa
Pendiri JagaWastra Neneng Rahardja.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dunia saat ini sedang dihebohkan dengan kemunculan virus Corona (2019 b-CoV) yang sudah memakan korban jiwa hingga ratusan orang dan puluhan ribu lainnya terinfeksi. Virus ini mudah menyebar.
 
Sedikitnya 492 orang dinyatakan meninggal dunia. Terbanyak di Kota Hubei, China yakni 479 orang. Kemudian sebanyak 24.551 orang mengidap virus ini di 28 negara, yang terbanyak di China, yakni 24.338 orang.

Virus Corona dapat ditularkan dari manusia ke manusia yang terinfeksi. Bahkan virus ini bisa saja menempel di salah satu tempat dekat pasien Corona.

Virus pertama kali muncul di Wuhan, salah satu kota di China. Sumber kemunculan virus ini masih simpang siur, mulai dari makanan hingga hewan-hewan unggas. Hal ini dikarenakan belum adanya informasi jelas soal asal muasal kemunculan virus tersebut.

Menyikapi persoalan ini, JagaWastra didukung RS MMC, Bimasena, Delika, dan HerWorld menggelar acara bertema ‘Celebration of Life’, Sabtu (15/2) di Bimasena, Jalan Dharmawangsa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk merayakan kehidupan panjang dengan menjaga kesehatan serta mensyukuri pencapaian kita.

Pendiri JagaWastra Neneng Rahardja mengatakan selain menjaga kesehatan, tentunya juga menjaga ingatan terhadap akar budaya dan peradaban Nusantara yang berupa wastra (kain).

Di acara itu nanti, Neneng yang juga dikenal sebagai penata gaya wastra akan memberikan tutorial memadupadankan gaya wastra dari motif ‘Symbol of Life’

“Dilanjutkan dengan peragaan busaha oleh para sahabat Perempuan Hebat pecinta wastra,” kata Neneng Rahardja di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Beberapa pakai dan praktisi di bidangnya dihadirkan, di antaranya dr Affarsyah Abidin Sp.P dari RS MMC Jakarta, peneliti dan kurator batik William Kwan, dan Neneng Rahardja.

Dijelaskannya, Celebration of Life merupakan salah satu cara dari JagaWastra mencintai dan menjaga kelestarian wastra yang merupakan warisan budaya nasional.

Setiap lembar wastra mempunyai nilai-nilai makna dan filosofis yang agung dan luhur.

Neneng pun menceritakan bagaimana mulanya dia mencintai kain tenun Nusantara. Dulu, dia menganggap batik atau kain tentun Nusantara lainnya tidak menarik.

Berawal sekitar dua tahun lalu secara tidak sengaja rekan seprofesinya (pianis) yang juga bekerja sebagai dokter di pedalaman Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat meminta untuk mengolah kain-kain tenun karena tidak mendapat perhatian dan dianggap tidak memiliki nilai ekonomi.

“Setiba di rumah, kain tersebut saya geletakkan begitu saja. Tapi seolah ada magnet yang menarik saya untuk mengutak-atiknya sehingga dapat dikenakan secara utuh dan hasilnya dapat dikenakan untuk kegiatan sehari-hari,” tuturnya.

Neneng mengatakan dengan bangga bahwa kreasi-kreasinya kerap dijadikan rujukan bahkan menginspirasi para perempuan Indonesia dalam berbusana yang memadupadankan kain tenun tradisional dan ini merupakan cara untuk mencintai warisan budaya nasional.

Berawal dari situ ia kemudian membentuk JagaWastra, yaitu sebagai wadah untuk merangkul, melestarikan dan mewartakan warisan Nusantara yang belum terperhatikan dan kelak akan mendapat perhatian serta diadopsi menjadi gaya hidup yang pada akhirnya memiliki nilai ekonomi.

Neneng mengaku, untuk mengetahui lebih dalam mengenai aneka wastra Nusantara, dia rela untuk pergi ke pelosok daerah.

Editor : Irawan.H.P