• News

  • Gayahidup

Benarkah Listerine Mampu Mengusir COVID-19? Asisten Profesor Hopkins Beri Pejelasan

Listerine akan berfungsi karena berkadar alkohol 65%.
Listerine akan berfungsi karena berkadar alkohol 65%.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beberapa hari terakhir ini banyak unggahan yang memosting cara pencegahan terrena Covid-19.

Seorang dokter bernama Irene Ken yang anak perempuannya seorang asisten profesor dalam bidang penyakit menular di John Hopkins University - US, membagikan hasil diskusinya dan dibagikan dalam sebuah tulisan.
Berikut rangkuman hasil diskusi mereka yang sangat bagus untuk mencegah penularan.

Virus ini bukan suatu makhluk hidup, tetapi suatu molekul protein (DNA) yang tertutup oleh lapisan lemak pelindung, yang bila diserap oleh sel sel lendir di mata, hidung atau rongga mulut, akan berubah struktur gen-nya (bermutasi), dan mengubahnya menjadi sel sel penyerang dan pengganda.

Karena virus ini bukan makhluk hidup, tetapi molekul protein, virus ini tidak bisa mati (dibunuh), tetapi membusuk dengan sendirinya. Waktu penguraiannya tergantung pada temperatur, kelembaban, dan jenis bahan apa yang ditempeli.

Virus ini sangat rapuh, satu satunya yang melindungi adalah lapisan tipis  lemak di bagian luar.  Itu lah sebabnya sabun atau detergent apapun adalah obat  penangkal yang paling  bagus, karena busa sabun menghilangkan lemak (itu lah sebabnya kita harus banyak menggosok tangan selama 20 detik untuk membuat banyak busa). Dengan melarutkan lapisan lemak, molekul protein terurai sendiri.

Panas melelehkan lemak, jadi sangat bagus memakai air di atas suhu 25°C untuk mencuci tangan, baju dan apapun. Air panas juga membuat lebih banyak busa dan membuatnya lebih berguna.

Alkohol atau campuran apapun dengan alkohol 65 %  akan melarutkan lemak apapun, terutama lapisan lemak luar virus ini

Campuran 1 bagian larutan pemutih dengan 5 bagian air langsung memecah protein dan memecahnya dari dalam

Air yang teroksidasi bisa membantu  tapi hanya setelah sabun, alkohol dan klorin dipakai, karena peroksida melarutkan lemak tapi kita harus memakainya dalam keadaan murni dan itu akan melukai kulit kita.

Tak ada pembunuh bakteri yang berfungsi. Virus bukan makhluk hidup seperti bakteri, apa yang tak hidup tak bisa dibunuh dengan antibiotik, hanya bisa diuraikan strukturnya dg cepat dengan bahan bahan yg sudah disebut di atas.

Jangan mengebutkan baju, seprei atau kain baik yg sudah maupun yg belum dipakai. Meskipun virus ini melekat pada permukaan berpori, virus ini sangat tidak aktif dan terurai hanya dalam 3 jam (pada kain dan benda berpori), 4 jam (pada tembaga, karena bersifat antiseptik secara alamim dan pada kayu, karena kayu menghilangkan kelembaban dan menjaga agar virus tidak lepas dan mengurai), 24 jam pada karton, 42 jam pada logam, dan 72 jam pada plastik.

Tapi kalau kita menggoyangkan atau mengebutkannya, atau memakai kemoceng, molekul virus akan mengapung di udara sampai selama 3 jam dan bisa menempel di hidung kita.

Molekul virus tetap sangat stabil  di dinginnya udara luar atau udara dingin tak alami seperti dari AC di rumah dan dalam mobil. Virus ini juga perlu kelembaban untuk tetap stabil dan terutama butuh keadaan gelap. Jadi lingkungan yang kering, tak lembab, hangat dan terang akan melenyapkan virus ini lebih cepat.

Sinar Ultra Violet pada benda apa pun bisa memecahkan protein virus ini. Misalnya, untuk  mensterilkan dan memakai kembali masker, cara ini bagus sekali. Hati-hati sinar UV juga memecahkan kolagen (kolagen juga protein) pada kulit dan bisa nantinya menyebabkan kerutan dan kanker kulit

Virus ini tidak bisa menembus kulit sehat

Cuka tidak berguna karena cuka tidak bisa memecah lapisan lemak pelindung virus

Tak ada minuman beralkohol atau Vodka yang berfungsi vodka yang paling keras mengandung paling banyak 40% alkohol dan kita butuh yang 65%

Listerine akan berfungsi karena listerine berkadar alkohol 65%

Makin tertutup suatu ruang, makin banyak virus terkonsentrasi di situ. Makin terbuka atau makin alami ventilasi ruangan, makin sedikit virus terkumpul di situ.

Hal ini sudah paling sering dikatakan, tapi kita tetap harus mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh lendir/mukus,  makananm kunci-kunci, kenop-kenop, switch, remote control, hape, jam tangan, komputer, meja, TV, juga setelah ke toilet/kamar mandi.

Kita harus melembabkan tangan yang kering karena terlalu sering cuci tangan karena molekul virus dapat bersembunyi dalam retakan retakan sangat kecil di kulit tangan. Makin kental pelembabnya, makin bagus. Juga, jagalah agar kuku pendek sehingga virus tak bersembunyi di sela kuku.

Editor : Sulha Handayani