• News

  • Gayahidup

Larangan Penggunaan Plastik, Bikin Ibu-ibu di Sini Kreatif

Ibu-ibu memanfaatkan waktunya mengelola sampah rumah tangga.
Dok: Astra
Ibu-ibu memanfaatkan waktunya mengelola sampah rumah tangga.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Karung putih berisi sampah plastik siang itu tampak bertumpukan menjulang. Pemandangan seperti ini sudah biasa ditemui di halaman bank sampah Kampung Berseri Astra (KBA) Rawajati yang berlokasi di daerah Selatan Jakarta, terutama saat sampah plastik itu akan diolah mesin pencacah plastik di sana.

KBA Rawajati merupakan satu dari 22 KBA yang ada di seluruh Indonesia yang menerapkan gerakan Semangat Kurangi Plastik, sebuah program kontribusi sosial berkelanjutan Astra yang bertujuan mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Program ini diluncurkan Astra pada Februari 2020. KBA Rawajati mengumpulkan sampah plastik sekali pakai dari rumah tangga warga di sekitar KBA Rawajati dan hasil pengumpulan sampah dari sungai oleh Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Pancoran yang setiap hari disetor ke bank sampah Rawajati mencapai 100kg.

Para warga yang sebelumnya tidak pernah mengelola sampah rumah tangga dengan benar, saat ini perlahan-lahan mulai berubah dengan adanya bank sampah. Keberadaan bank sampah dimanfaatkan oleh warga KBA Rawajati, dengan mengelola sampah secara benar dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Dalam siaran persnya, Rabu, (2/9/2020), tercatat 858 orang warga telah menjadi nasabah bank sampah KBA Rawajati mulai dari rumah tangga hingga mahasiswa di luar wilayah dan memiliki kas yang telah mencapai Rp24 juta.

“Bank sampah KBA Rawajati telah bertransformasi sebagai tempat untuk membantu meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat yang tergerak untuk melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan benar,” ungkap Sylvia Ermita, perempuan yang dipercaya sebagai penggerak KBA Rawajati selama 18 tahun.

Sylvia merupakan local champion satau tokoh penggerak di balik asrinyaKBA Rawajati. Ia telah mendedikasikan waktunya untuk mengelola sampah, memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah kepada para warga agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Setiap harinya, Sylvia menyambut para warga yang secara rutin memiliki keinginan dalam membantu upaya pengelolaan sampah organik dan anorganik agar dapat diolah kembali.

Pada Juni 2020, total sampah sekali pakai yang dikumpulkan warga mencapai 1.825 kg. Beberapa sampah dapat diolah untuk dijadikan kebutuhan alat rumah tangga. Seperti sampah kertas yang dapat dijadikan sebuah wadah dan sampah plastik yang dapat dijadikan tikar serta sampah organik untuk dijadikan kompos.

“Karena pandemi COVID-19, kami membatasijumlah pengolah dan pengrajin agar program ini terus berjalan,” tutur Sylvia saat melakukan pemilahan jenis sampah yang dapat dijual kepada bank sampah KBA Rawajati.

Tidak hanya warga sekitar, bank sampah Rawajati juga telah bermitra dengan institusi pemerintah dan salah satu penyedia alat transportasi online sebagai tempat penyaluran sampah plastik yang berasal dari pengemudi ataupun pengguna jasa layanan yang ingin menyalurkan sampah plastik.

Editor : Sulha Handayani