Netral English Netral Mandarin
21:43wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Gedor Pintu ke Pintu, Taliban Buru Wanita untuk Budak Seks, FH: Hewan Saja Tak seperti Ini, Netizen: Ini Kebanggaan Musni Umar

Sabtu, 14-Agustus-2021 10:05

Ilustrasi Taliban dan Musni Umar
Foto : Kolase Netralnews
Ilustrasi Taliban dan Musni Umar
50

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Berita aksi biadab Taliban yang mengedor pintu ke pintu mencari wanita Afganistan untuk dijadikan budak seks membuat geram banyak pihak. 

Ferdinand Hutahaean ikut menanggapi dengan membandingkan aksi tersebut dengan perilaku binatang. 

“Hewan saja tak melakukan hal seperti ini..!!” kata Ferdinand kesal, Sabtu 14 Agustus 2021.

Banyak netizen memberikan tanggapan bahkan ada yang mengaitkan dengan Musni Umar. 

@dedimahardi: “Peluang buat negara ya bisa buat boneka cantik Bang.. mungkin sudah diubun-ubun.”

@RD_4WR1212: “Ini kebanggaan Rektor UIC bang si kumis kucing Musni Umar.”

@41c3d246da2a4df: “Geledah rumah dr pintu ke pintu utk cari warga miskin yg gk bs makan, yg sakit, yg n hidup trlantar .... itu pejuang yg gak normal x ya. Taliban mah utamakn selangkangan.”

@JohnDMangu: “Tapi kok bisa ya, ada jg pemuja nya dari negeri kita, iyo kaka....”

Taliban Buru Wanita

Sebelumnya diberitakan, Para milisi Taliban dilaporkan pergi dari pintu ke pintu setiap rumah warga di Afghanistan . Mereka mencari gadis, termasuk yang berusia 12 tahun, dan para wanita dewasa untuk dinikahi paksa dan dijadikan budak seks.

Laporan yang diterbitkan Bloombergkemarin seperti dinukil Sindownews menyebutkan para komandan jihadis kelompok itu telah memerintahkan para imam di daerah-daerah yang mereka kuasai untuk membawakan daftar wanita yang belum menikah berusia 12 hingga 45 tahun untuk dinikahi tentara mereka. Kelompok itu memandang para wanita di daerah yang mereka kuasai sebagai "qhanimat" atau "rampasan perang"—untuk dibagi di antara para pemenang perang.

Para milisi kemudian pergi dari pintu ke pintu untuk mengeklaim "hadiah" mereka, bahkan melihat melalui lemari keluarga untuk menentukan usia anak perempuan sebelum memaksa mereka ke dalam kehidupan perbudakan seksual.

Perlakuan brutal terhadap perempuan dan anak perempuan hanyalah tanda terbaru dari keruntuhan militer Afghanistan, yang telah mendorong Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk memecat komandan utamanya.

Seorang jurnalis wanita lokal menggambarkan dirinya melarikan diri dari sebuah kota di Afghanistan utara—yang tidak dia sebutkan namanya—dan bersembunyi dengan pamannya karena takut para milisi Taliban akan memburunya dan mengeksekusinya.

Wanita berusia 22 tahun itu mengatakan dia melarikan diri "di bawah hidung" orang-orang bersenjata Taliban sambil menyamar di bawah burqa dan pergi ke desa terdekat—tetapi terpaksa melarikan diri lagi setelah informan memberi tahu para militan tentang kehadirannya.

Sekarang dia bersembunyi di lokasi terpencil di suatu tempat di utara negara itu, dan mengaku takut tentang keselamatan dirinya dan keluarganya. "Apakah saya akan pulang? Apakah saya akan melihat orangtua saya lagi? Kemana saya akan pergi? Bagaimana saya bisa bertahan," katanya yang minta tak disebutkan namanya karena hidupnya terancam.

Sementara itu penduduk setempat yang ketakutan yang melarikan diri dari kota Kunduz—yang direbut oleh Taliban minggu lalu— telah menceritakan serangan balasan yang dilakukan oleh milisi kelompok itu yang memburu siapa pun yang terkait dengan pemerintah dan memenggal atau mengeksekusi mereka.

Taliban kini telah merebut sembilan dari 34 ibu kota provinsi Afghanistan dan menempatkan sebagian besar kota terbesar di negara itu dikepung dalam serangan kilat yang membuat pasukan pemerintah sebagian besar menyerah.

Kelompok Taliban, yang biasanya membantah melakukan kebrutalan terhadap warga sipil dalam perang saat ini, belum berkomentar atas laporan perburuan para wanita untuk dijadikan budak seks.

Farkhunda Zahra Naderi, yang merupakan anggota Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, berbicara tentang ketakutannya bahwa hak-hak sipil yang ada di negara itu akan rusak.

"Ketakutan terbesar saya adalah sekarang mereka meminggirkan perempuan yang telah bekerja di posisi kepemimpinan ini, yang telah menjadi suara yang kuat melawan pelaku yang paling kuat tetapi juga bekerja dengan mereka untuk mengubah situasi di lapangan," katanya.

Jika mereka melenyapkan para pemimpin ini, kata dia, siapa yang akan dibiarkan berbicara untuk perempuan dan mempertahankan pencapaian yang telah dicapai selama 20 tahun terakhir.

Kata-katanya menyoroti dampak dari keputusan AS, Inggris, dan negara-negara NATO lainnya untuk menarik pasukan terakhir yang tersisa dari Afghanistan.

Musni Umar Dukung Taliban?

Secara terpisah, Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar kembali menyampaikan kabar perihal Taliban di Afghanistan.

Selama beberapa waktu ini, Musni Umar tampak mengikuti kasus saling menyerang antara Taliban dan tentara Afghanistan.

Dikatakan Musni Umar, tentara Afghanistan yang dibantu tentara Amerika Serikat telah dilibas oleh Taliban.

"Sejak Jumat 6 Agustus 2021, Taliban secara spektakuler telah menaklukkan 5 provinsi di Afganistan. Ada apa?" katanya pada Selasa, 10 Agustus 2021.

Dia pun mengomentari perihal kabar tersebut dengan lebih detail di akun YouTubenya. Dalam video tersebut, Musni Umar menyatakan Taliban telah merebut 5 provinsi di Afghanistan.

Ahli sosiolog tersebut mengutip pernyataan seorang warga di Afghanistan yang mengatakan Taliban ada di mana-mana.

Hal itu menurutnya menandakan banyaknya dukungan dari masyarakat terhadap kelompok tersebut dan menyebabkannya sulit untuk dilawan.

"Pantas saja kalau Amerika sudah bercokol di Afghanistan selama 20 tahun dibantu oleh pasukan NATO tidak bisa menaklukan Taliban," katanya.

"Karena Taliban mendapat dukungan dari masyarakat luas hari ini," sambungnya.

Musni mengatakan hal yang memprihatinkan adalah adanya pengeboman di mana-mana dan rakyat sipil menjadi korban.

"Dan itu betul-betul banyak orang yang meninggal di situ," tuturnya, sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Bekasi.com dari kanal YouTube Musni Umar.

Dikatakannya pasukan Afghanistan tidak mempunyai pilihan selain melakukan hal itu guna menghambat laju penguasaan wilayah oleh Taliban.

Namun, Taliban cukup cerdas dengan menjadikan para pilot Afghanistan sebagai sasaran pembunuhan.

Dinilainya hal itu sangat berbahaya, karena meskipun ada pesawat tetapi tidak ada yang mampu menerbangkannya maka tidak ada gunanya."Ini situasi yang sangat kacau sekali dan tentu sangat memprihatinkan, karena keinginan kita bagaimana ada solusi damai," ucapnya.

Lebih lanjut, cuitan Musni Umar sendiri rupanya mendapat perhatian dari netizen di Twitter.

Tak sedikit yang mengomentari sikapnya dalam menanggapi situasi di Afghanistan tersebut, dan mengira Musni Umar mendukung Taliban.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati