Netral English Netral Mandarin
06:18wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Gegara Dipolisikan, Pigai Mengadu ke Petinggi AS sampai PM Australia? Netizen: Ciee Lapor2 ke Bohir yaa

Jumat, 08-Oktober-2021 05:02

Natalius Pigai
Foto : Oposisi Cerdas
Natalius Pigai
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gegara cuitannya menyebut petinggi di Amerika dan Australia, Natalius Pigai justru mendapat cibiran banyat warganet di sosial media.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Kamis malam 7 Oktober 2021, tak sedikit netizen mengecam bahkan ada yang menduga sebagai bohirnya.

MLT: “Sudah kudugem.”

Ramdani To Ahmad: “Jadi yg asli antek asing itu siapa....”

Haerdy Heerdiamand II: “Klo ujung2nya minta jabatan ke Jokowi ngapain jauh2 minta pembelaan asing, pindah saja ksna, ngapain hidup di Indonesia...? Habitatnya di vanuatu sana...”

Dogboy Varia: “Kya temen ane dia stres akut, artis dan tokoh dunia di tag, kenal.. Sok terkenal.”

Suryo: “Dan menhan amerika pun menjawab... Siapa sich loe…”

Ali Nursea: “Lah ketahuan kan, selama ini Pigai kerja untuk siapa.”

Arya Ariel: “Pelaku ngaku korban kyk Ratna Sarumpaet.”

Nona Dree: “Ciee lapor2 ke bohir yaa.”

Untuk diketahui, usai dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan rasisme, Natalius Pigai sambat kepada Wakil Presiden dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat sampai Perdana Menteri Australia.

Sambatan Natalius Pigai itu disuarakan melalui akun Twitter @NataliusPigai2, Rabu (6/10/2021).

Dalam cuitan itu, Natalius Pigai menyertakan tangkapan layar pemberitaan berjudul ‘Natalius Pigai Reported to Bareskrim for Alleged Racism Against Jokowi-Ganjar’.

“Seorang korban rasisme kulit hitam dituduh sebagai pelaku rasis,” tulis Pigai dalam bahasa Inggris, sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

Ia menyebut, perlakuan rasis terhadap kaum kulit hitam di Amerika dan Afrika telah berlangsung selama 500 tahun.

“Hari ini terjadi pada orang Melanesia dari diaspora Afrika di Papua, Indonesia,” sambat Natalius Pigai.

Dalam cuitan itu, Pigai juga men-tag akun Twitter sejumlah tokoh dunia.

Di antaranya Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd J. Austin.

Selain itu, sambatan Pigai juga ditujukan kepada Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Tidak cukup, Natalius Pigai juga sambat kepada politisi Afro-Amerika yang pernah dinomisikan sebagai Presiden AS dari Partai Demokrat, Jesse Jackson.

Terakhir, Pigai juga menyampaikan sambatan kepada aktivis HAM AS, Alfred Charles Sharpton Jr, mantan penasihat Gedung Putih era Presiden Barrack Obama.

Natalius Pigai kembali menegaskan dirinya tidak rasis terhadap Presiden Jokowi dan Gubenur Jateng Ganjar Pranowo.

“Sekali lagi saya tidak melakukan rasisme,” kata Natalius kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Pigai menegaskan, penyebutan ‘Jawa Tengah’ itu memang karena menjadi daerah asal Jokowi dan Ganjar.

“Saya bisa pasti marah karena mereka pelintir,” sambungnya.

Natalius Pigai menganalogikan pernyataannya tersebut dengan sebutan Jokowi sebagai Presiden dan Ganjar Pranowo mantan Komisi II DPR RI.

“Kalau tuduhan ke Jokowi sebagai Presiden dan Ganjar sebagai Mantan Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI, ok saya bisa paham. Kritik rakyat pada penguasa, kok, diarahkan ke rasis,” ucapnya.

Karena itu, eks komisioner Komnas HAM itu meminta pihak kepolisian menolak laporan Baranusa tersebut.

“Saya berharap pihak kepolisian mesti menolak laporan soal Rasis. Semua orang tahu saya tidak menyebut suku. Rakyat Papua sedang ikuti,” harapnya.

Tanggapan Mabes Polri

Terpisah, seperti dinukil pojoksatu.com, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyebut, saat ini penyidik tengah mengumpulkan barang bukti perihal dugaan rasisme Natalius Pigai.

“Polri sebagai pelayan masyarakat siapa pun yang datang akan dilayani termasuk laporan kepada saudara Natalius itu sudah diterima nanti dipelajari oleh penyidik,” kata Rusdi, Rabu (6/10/2021).

Rusdi menuturkan, bila dalam penyelidikan terhadap laporan ke Natalius Pigai itu ditemukan adanya tindak pidana, maka penyidik akan melanjutkan kasus tersebut.

“Kalau ada tindak pidana tentunya akan dilanjutkan prosesnya. Kalau memang tidak, ya tidak dilanjutkan,” ujarnya.

Adapun jadwal pemeriksaan terlapor, kata jendral bintang satu ini, hal tersebut merupakan kewenangan penyidik.

“Jadwalnya (pemeriksaan terlapor). Nanti kita tunggu keputusan penyidik ya,” beber Rusdi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati