Netral English Netral Mandarin
07:27wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Gegara Promosi Bipang, Presiden Jokowi Bisa Dipenjara 5 Tahun? Netizen: Pasal Kadrun Tak Berlaku di NKRI

Senin, 10-Mei-2021 09:58

Presiden Joko Widodo
Foto : Istimewa/Youtube
Presiden Joko Widodo
33

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gegara promosikan bipang, Presiden Joko Widodo disebut-sebut  bisa dipidana bahkan bisa dipenjara selama 5 tahun.

Namun, ternyata di sosmed tak sedikit netizen yang pertanyatakan pernyataan tersebut. Hal ini tercermin di akun FB Mak Lambe Turah, Senin 10 Mei 2021. 

MLT: “Haeemmmmmm.”

Aldebaran: “Analisis pakar hukum kadrun.”

Sherly: "Astaga cm nyebut bipang aja bs kena pasal, dasar kadrun ,apa" hrs dia yg BNR!!!!!"

Kang Bahar: “EMANG GUE PIKIRIN ? PASAL KADRUN TIDAK BERLAKU DI NKRI.”

Kun Hartawan: “Egois amat...emang nya hanya makanan umat mayoritas aja yg boleh d promosikan JKW...lagian klu tahu haram y ngk usah d beli..., klu keyakinan makanan itu haram kan masih ada yg meyakini makanan tsb tdk haram....beragama kok mmbuat jadi egois....ajaran apa itu sih.”

Sebelumnya diberitakan, video viral Presiden Joko Widodo mempromosikan kuliner Bipang asal Ambawang, Kalimantan Selatan kian ramai.

Pakar Hukum Rizal Fadillah dalam artikel 'Promosi Babi Panggang buat Lebaran, Presiden Dapat Kena 156a KUHP' menyatakan hal itu adalah sebuah penistaan.

Bahkan kata Rizal Fadillah, Jokowi bisa terancam hukuman penjara lima tahun.        

"Mempromosikan Babi Panggang kepada muslim yang akan menjalankan Idul Fitri adalah sebuah penistaan. Presiden Jokowi sebagaimana Ahok dapat didakwa dengan Pasal 156a KUHP dengan ancaman maksimal kurungan 5 tahun," kata pakar hukum Rizal Fadillah dalam artikel “Promosi Babi Panggang Buat Lebaran, Presiden Dapat Kena 156a KUHP”.

Hal itu akan menjadi ringan ketika Jokowi melakukan klarifikasi. Karena promosi yang dilakukan oleh Jokowi merupakan penodaan agama, tidak sebatas efek di bidang politik saja.

"Seluruhnya kembali kepada Presiden Jokowi sendiri dan umat Islam yang merasa tersinggung atas penawaran barang haram untuk lebaran oleh seorang Presiden. Apa dan bagaimana kelanjutannya?" katanya.

Diketahui, tak lama setelah video Jokowi tentang Bipang beredar, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman ngeles menyatakan juga suka Jipang atau Bipang. Yakni makanan berasal dari bahan dasar beras.  

“Penjelasan ini tentu ditertawakan bahkan dianggap membodohi netizen. Sangat jelas Presiden mempromosikan kuliner Bipang Ambawang Kalimantan dan itu adalah Babi Panggang Ambawang. Produsen Babi Panggang sendiri ada yang sengaja berterimakasih atas promosi Presiden,” ujarnya dinukil Indozone.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P