Netral English Netral Mandarin
20:58wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Geger Perundungan dan Pelecehan Seksual di KPI, Eko Kuntadhi: Gila Ini!

Kamis, 02-September-2021 13:06

Eko Kuntadhi dan ilustrasi KPI
Foto : Kolase Netralnews
Eko Kuntadhi dan ilustrasi KPI
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi mengaku terkejut dengan kabar terjadinya dugaan kasus pelecehan seksual dan perundungan di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). 

“Lho, padahal tokoh Sandy, tupai berbikini dalam kartun Spongebob sudah diblur. Kok masih bisa terjadi pelecehan? Gila ini...,” cuit Eko Kuntadhi, Kamis 2 September 2021.

Untuk diketahui, seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengaku mendapat perlakuan pelecehan seksual sesama pria dan perundungan yang dilakukan oleh rekan kerja. Perundungan ini terjadi sejak 2012.

Pegawai tersebut kerap mendapatkan perundungan dan pelecehan seksual sesama pria dari rekan kerjanya yang juga pegawai KPI. Terparah, pegawai KPI itu ditelanjangi, dilecehkan dan difoto.

"Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat macam begini terjadi di KPI Pusat?" demikian keterangan tertulis korban, Kamis (1/9/2021).

Korban khawatir foto telanjangnya itu akan disebar oleh rekan-rekannya. Selain itu, rekan kerja korban kerap menyuruh-nyuruh korban untuk membelikan makan. Hal ini berlangsung selama 2 tahun lamanya.

"Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh," lanjutnya.

Tahun ke tahun berjalan, berbagai perundungan diterima korban. Mulai dari diceburkan ke kolam renang, tasnya dibuang, hingga dimaki dengan kata-kata bernuansa SARA.

Pelecehan seksual tersebut membuat korban jatuh sakit dan stres berkepanjangan. Pelecehan dan perundungan itu, kata korban, mengubah pola mentalnya.

"Kadang di tengah malam, saya teriak teriak sendiri seperti orang gila. Penelanjangan dan pelecehan itu begitu membekas, diriku tak sama lagi usai kejadian itu, rasanya saya tidak ada harganya lagi sebagai manusia, sebagai pria, sebagai suami, sebagai kepala rumah tangga. Mereka berhasil meruntuhkan kepercayaan diri saya sebagai manusia," sebut korban.

Korban sudah melaporkan kejadian ini ke Komnas HAM. Komnas HAM sendiri, kata korban, sudah mengkategorikan pelecehan dan perundungan yang dialaminya sebagai bentuk pidana dan menyarankan agar korban melapor ke polisi.

Korban pun melapor ke kepolisian. Namun respons yang didapat tidak memuaskannya. Ia juga sudah melapor ke atasannya. Namun korban malah dipindah ke divisi yang berbeda dari perundungnya.

"Sejak pengaduan itu, para pelaku mencibir saya sebagai manusia lemah dan si pengadu. Tapi mereka sama sekali tak disanksi dan akhirnya masih menindas saya dengan kalimat lebih kotor. Bahkan pernah tas saya di lempar keluar ruangan, kursi saya dikeluarkan dan ditulisi "Bangku ini tidak ada orangnya". Perundungan itu terjadi selama bertahun tahun dan lingkungan kerja seolah tidak kaget. Para pelaku sama sekali tak tersentuh. Saya makin stres dan frustrasi," imbuh korban.

"Saya tidak kuat bekerja di KPI Pusat jika kondisinya begini. Saya berpikir untuk resign, tapi sekarang sedang pandemi Covid-19 dimana mencari uang adalah sesuatu yang sulit. Dan lagi pula, kenapa saya yang harus keluar dari KPI Pusat? Bukankah saya korban? Bukankah harusnya para pelaku yang disanksi atau dipecat sebagai tanggung jawab atas perilakunya? Saya BENAR, kenapa saya tak boleh mengatakan ini ke publik," tulis korban.

Tanggapan KPI

Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo mengaku sudah membaca rilis dari MS. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi.

"Saya sudah baca juga, iya saya soal kebenarannya harus diinvestigasi, jadi mulai besok akan dilakukan investigasi," ujar Mulyo.

Mulyo menyebut peristiwa bully dan pelecehan ini baru diketahui tadi sore. Terkait nama-nama terduga pelaku yang disebutkan MS, Mulyo membenarkan.

"Iya ada, nama-nama itu ada, itu lah kami perlu panggil itu baik korban dan pelaku," tegasnya.

Dinukil detik.com, berikut ini pernyataan dari KPI:

1. Turut prihatin dan tidak mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual, perundungan atau bullying terhadap siapapun dan dalam bentuk apa pun.2. Melakukan langkah-langkah investigasi internal, dengan meminta penjelasan kepada kedua belah pihak.3. Mendukung aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.4. Memberikan perlindungan, pendampingan hukum dan pemulihan secara psikologi terhadap korban.5. Menindak tegas pelaku apabila terbukti melakukan tindak kekerasan seksual dan perundungan (bullying) terhadap korban, sesuai hukum yang berlaku.

Halaman

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani