Netral English Netral Mandarin
18:07wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Geger Ustaz Dibunuh, HNW Dinilai Malah Memprovokasi, FH: Bagaimana kalau Pelaku dari Kelompokmu Sendiri?

Senin, 20-September-2021 11:25

Ferdinand Hutahaean dan Hidayat Nur Wahid
Foto : Kolase Pikiran Rakyat
Ferdinand Hutahaean dan Hidayat Nur Wahid
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gegara dinilai membuat pernyaaan yang mengandung provokasi, Hidayat Nur Wahid (HNW) disentil oleh Ferdinand Hutahaean. 

“Yat, kurang2i bernarasi provokatif meski kalimatmu menuliskan kata JANGAN TERPROVOKASI. Tp menulis kata TEROR dan kalimat PENTING UMMAT WASPADA jauh lbh provokotif SEOLAH pelaku sdh bs kau pastikan terkait dgn ummat vs non ummat,” kata Ferdinand Hutahaean, Senin 20 September 2021.

“Bgmn kalau pelaku dr kelompokmu (ummat) sendiri?” imbuhnya.

Pernyataan Ferdinand disampaikan untuk menanggapi pernyataan HNW sebagai berikut:

“Belum Selesai Kasus Penistaan Simbol Agama;Lembaran AlQuran Dlm Petasan,Di Tangerang, Teror Terjadi Lagi;Tokoh Agama Ditembak Mati Ba’da Sholat Maghrib di Mushola. Penting Umat Waspada,Tapi Jangan Terprovokasi. Polisi Hendaknya Sgra Usut Tuntas Kasus2 Ini,” kata HNW.

Sementara sebelumnya diberitakan, seorang ustaz atau pemuka agama berinisial A (43) meninggal dunia setelah ditembak orang tak dikenal di Kecamatan Pinang, Kunciran, Tangerang Kota, Sabtu (19/9/2021) malam.

Menurut keterangan saksi, penembakan itu terjadi tepat di depan rumah, usai korban melaksanakan ibadah salat maghrib sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban mengalami luka tembak di bagian pinggang dan meninggal dunia. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung membawa korban ke Rumah Sakit Mulya, Pinang Tangerang.

Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

"Lukanya dari pinggang kanan ke pinggang kiri terus tembus pelurunya ke pintu itu, jatuh ke bawah tanah," kata Ahmad Mangku, Ketua RW 05 dikutip dari instagram @info_ciledug.

Ahmad mengatakan, pelaku penembakan memakai atribut ojek online dan sempat terlihat memantau lokasi beberapa hari berturut-turut sebelum kejadian.

"Keterangan dari kakak atau adik ipar korban itu, karena mereka ada warung kopi, jadi (pelaku) selalu duduk, kalo ditanya lagi nunggu orang, temen gitu. Duduknya juga berjam-jam, terus sampai tadi pun adzan magrib orang tersebut beli es. Dia pakai atribut ojol," ujarnya.

Dari hasil olah TKP, ditemukan satu butir proyektil berwarna putih.

Kapolsek Pinang Ipda Tapril membenarkan terjadinya peristiwa penembakan itu.

Kepolisian sedang melakukan penyelidikan. Karena masih dalam proses penyelidikan, dia belum bisa memberikan informasi mendalam soal kejadian itu.

"Benar ada peristiwa tersebut, saat ini kita sedang lakukan lidik," ujarnya saat dikonfirmasi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli