Netral English Netral Mandarin
13:10wib
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta sejumlah pihak tidak memaksakan diri melakukan isolasi mandiri (isoman) saat terpapar virus corona. Wagub DKI meminta masyarakat tetap berada di rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak demi terhindar dari varian baru virus corona, yaitu varian Delta plus atau B.1.617.2.1
Geisz Chalifah: Anggota DPR Otaknya Dikit Minta Jalur Sepeda Dibongkar, Orang Itu Ga Boleh Dibilang Tol*lll gitu?

Sabtu, 19-Juni-2021 08:20

Geisz Chalifah
Foto : Terdepan.id
Geisz Chalifah
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisaris Ancol Geisz Chalifah menyindir anggota DPR yang telah mengkritik pembangunan jalur sepeda di Sudirman-Thamrin. 

“Ada usulan dalam  KUHP menghina lembaga DPR akan terkena hukuman 2 tahun. Tapi kalau ada anggota DPR Otaknya Dikit meminta jalur sepeda dibongkar (Gue bukan pesepeda) terus orang itu ga boleh dibilang Tololllll gitu?” kata Geisz Chalifah, Jumat malam 18 Juni 2021.

Untuk diketahui, sebelumnya Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengaku khawatir komunitas hobi lainnya dapat meminta jalur khusus bagi mereka selayaknya jalur sepeda permanen.  

Oleh karena itu, ia mengusulkan kepada Kapolri Jenderal (Polisi) Listyo Sigit Prabowo agar jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin dikaji ulang atau bila perlu dibongkar. 

"Jangan sampai jalur permanen nanti semua pelaku hobi, motor minta juga kepada pemerintah jalur motor khusus kayak Harley dan superbike," kata Sahroni dalam rapat antara Komisi III dengan Listyo, Rabu (16/6/2021). 

Politikus Partai Nasdem itu mengingatkan, jalur permanen itu berada di jalan umum yang hanya digunakan pengendara sepeda selama 2 jam.  

Ia berpendapat, jalur itu mesti dibongkar supaya dapat dilalui oleh semua pengguna jalan dan risiko yang dapat terjadi saat berkendara diserahkan ke masing-masing pengguna jalan. 

"Mohon kiranya Pak Kapolri dengan jajarannya, terutama ada Korlantas di sini, untuk menyikapi jalur permanen dikaji ulang, bila perlu dibongkar dan semua pelaku jalan bisa menggunakan jalan tersebut. Bilamana ada risiko ditanggung masing-masing di jalan yang ada di Sudirman-Thamrin," ujar dia. 

Rekan separtai Sahroni, Taufik Basari juga meminta agar Polri membuat aturan yang memfasilitasi kepentingan para pesepeda maupun pengguna jalan lainnya. 

Menurut Taufik, kedua kelompok tersebut harus mendapatkan fasilitas yang adil untuk memenuhi hak-hak mereka. 

"Oleh karena itu, pengaturan yamg kita butuhkan, mungkin bisa jamnya diatur, rekayasa lalu lintas, supaya dua kepentingan positif ini terpenuhi," kata Taufik. 

Merespons usulan tersebut, Listyo mengaku setuju agar jalur sepeda dibongkar. Namun, ia menegaskan, Polri akan mencari formula terbaik untuk menyelesaikan persoalan yang ada. 

"Prinsipnya, terkait dengan jalur sepeda, kami akan terus mencari formula yang pas, kami setuju untuk masalah (jalur) yang permanen itu nanti dibongkar saja," kata Listyo dinukil Kompas.com

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani