Netral English Netral Mandarin
18:08wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Gelar Upacara HUT RI di TPU, Demokrat: Jatuhnya Korban Covid-19 Bukti Keterlambatan Negara Selamatkan Bangsanya

Kamis, 19-Agustus-2021 07:45

Upacara HUT RI di TPU Tegal Alur
Foto : Istimewa
Upacara HUT RI di TPU Tegal Alur
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ada yang menarik dalam Apel Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 yang digelar DPD Partai Demokrat DKI Jakarta pada Selasa 17 Agustus 2021, kemarin.

Peringatan HUT RI ke-76 Demokrat DKI digelar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Hadir sebagai inspektur upacara, Ketua DPD Partai Demokrat DKI, Santoso.

Santoso mengatakan, perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-76, harus dapat menjadi penyemangat suasana pandemi Covid-19. Dirinya menyebut, banyaknya korban meninggal akibat Covid-19 membuktikan pemerintah terlambat dalam menyelamatkan bangsanya.  

"Peringatan HUT RI ke-76 ini kita selenggarakan di TPU bagi korban Covid 19 akibat dari keterlambatan negara untuk hadir menyelamatkan bangsanya dari keganasan virus ini," kata Santoso dalam sambutannya.

Ia pun berdoa, semoga korban meninggal akibat Covid-19 husnul khotimah dan diterima amal ibadahnya. Kedepan, dirinya berharap tak ada lagi pembungkaman demokrasi atau kriminalisasi bagi mereka yang menyuarakan kebenaran.

Santoso juga menyinggung Buzzer yang kerap mencomoh dan terkesan mengadu domba bangsa sendiri.

"Untuk peringatan-peringatan Hari Kemerdekaan berikutnya tidak boleh ada lagi, karena alasan keamanan dan ketertiban, suara rakyat yang lantang menyuarakan demokrasi juga kebenaran dibungkam dan dipidanakan," tegasnya.

"Sudah saatnya bagi para buzzer tidak lagi mengadu domba bangsa sendiri, mencemooh dan menghina, pengkritik rezim serta mendengungkan penghambaan kepada penguasa karena prilaku itu bukan karakter kita sebagai bangsa pejuang yang menjunjung tinggi nilai-nilaiilai kebenaran," sambung dia.

Ia juga berharap, esok hari pasca peringatan 76 tahun Indonesia merdeka tidak boleh ada lagi rakyat yang tidak makan serta anak-anak generasi emas bangsa tidak bersekolah karena tidak ada biaya. Dan, rakyat yang sakit berjejer di koridor tak dirawat karena tidak mempunyai uang, negara wajib hadir melindungi mereka.

Sebagai negara yang berpendudukan terbesar ke 4 dunia dan kekayaan alam yang melimpah, menurutnya harus mampu berswasembada pangan. Karena hakekat swasembada pangan bukan hanya kita mampu mencukupi pangan sendiri. Namun yang tak kalah penting adalah bahwa kita mampu menolong petani yang tersebar di pelosok negeri.

"Kita harus bangga karena memiliki pesawat terbang, mobil, motor serta alat pendukung dalam kehidupan modern yang merupakan produksi bangsa sendiri," tuturnya.

Menurutnya hal tersebut tidak dapat terwujud, maka Indonesia sebenarnya masih terjajah karena tidak memiliki kemampuan berdiri di bawah kaki sendiri (Berdikari).

"Pada Indonesia yang gemah ripah loh jinawi ini kita semua bermimpi untuk hidup sejahtera, tidak ada penjilat yang menggilas bangsanya sendiri dan tidak ada tirani demokrasi yang lahir dari proses demokrasi," ungkapnya.

Kepada para tenaga kesehatan yang telah menyembuhkan jutaaan rakyat yang terpapar Covid 19, Partai Demokrat menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. "Kalianlah saat ini penyandang gelar pahlawan tanpa tanda jasa," kata Santoso.

Terakhir, Santo juga meminta kepada masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan ditengah pandemi covid 19.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati