Netral English Netral Mandarin
09:51wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Gempa Malang, BNPB Berikan Dana Stimulan Bagi Warga yang Rumahnya Rusak, Ini Besarannya

Senin, 12-April-2021 00:30

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo
Foto : Istimewa
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meninjau lokasi gempa di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampel Gading, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (11/4/2021) siang. Turut hadir mendampingi Doni, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Malang Sanusi. 

Rombongan terlebih dahulu mengujungi Posko Utama di Kantor Kecamatan Ampel Gading untuk memastikan bahwa proses penanganan berjalan dengan baik.

Pada kesempatan itu, Doni menyampaikan duka yang mendalam bagi warga yang terkena dampak gempa bumi yang mengguncang Malang dan sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Disamping itu, Doni juga menyampaikan bahwa BNPB akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak dengan kategori Rusak Ringan (RR) sebesar 10 juta, Rusak Sedang (RS) sebesar 25 juta, dan Rusak Berat (RB) sebesar 50 juta. 

Untuk mempercepat proses perbaikan BNPB meminta kepada perangkat daerah setempat untuk melakukan pendataan dan melaporkan sesuai dengan data yang benar.

"Rumah warga yang Rusak Ringan dan Rusak Sedang bisa dilakukan perbaikan dengan cara pemerintah daerah memberikan usulan kepada BNPB dengan nama dan alamat yang akurat," kata Doni seperti dilansir dari laman BNPB.

Sedangkan bagi warga yang mengalami rusak berat, akan dikoordinasikan dengan Kementrian PUPR untuk mempercepat proses perbaikan.

Doni juga berpesan untuk warga tetap tenang dan jangan panik. Program- program yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten kota atau provinsi yg dibantu BNPB, BMKG, Basarnas, TNI-POLRI dan Tim gabungan lainnya harus sering dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan. 

Lebih jauh, Doni meminta agar warga dilatih dan diberikan edukasi terkait literasi kebencanaan, manfaatkan kearifan lokal untuk mencari ide dan inisiatif. Sebagai contoh, dengan menyiapkan sejumlah kaleng, letakan kaleng didalam ruangan, ketika keleng jatuh saat gempa bisa berfungsi sebagai alarm awal. 

Selain itu, kegiatan siskamling juga bisa dilaksanakan setiap malam. Warga berjaga untuk antisipasi risiko yg muncul seperti gelombang tinggi atau gempa.

"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dibangun oleh masyarakat itu sendiri. Kepemimpinan Perangkat daerah harus bisa mengajak warga untuk lebih siap menghadapi risiko yang akan terjadi," pungkas Doni.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati