3
Netral English Netral Mandarin
08:53 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Gempa Sulbar, Andi Sebut JKW Tidur Perlu Dibangunkan, EK: Pulang Rehabilitasi Langsung...

Sabtu, 16-January-2021 17:50

Gempa Sulbar, Andi Sebut JKW Tidur Perlu Dibangunkan, Eko Kuntadhi sentil Pulang Rehabilitasi Langsung diwawancara
Foto : Istimewa
Gempa Sulbar, Andi Sebut JKW Tidur Perlu Dibangunkan, Eko Kuntadhi sentil Pulang Rehabilitasi Langsung diwawancara
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo dituding oleh Politisi Demokrat, Andi Arief, bahwa masih tidur saat gempa Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat, 15 Januari 2021.

Andi pun menyuruh Presiden Jokowi untuk bangun dan membuat keputusan agar tak ada korban jiwa lebih banyak.

Namun, Andi ganti kena sentil balik oleh pegiat media sosial Eko Kuntadhi. Melalui akun Twitternya, Sabtu (16/1/21), Eko Kuntadhi mengatakan: "Baru pulang rehabilitasi langsung diwawancara..."

Sebelumnya diberitakan, gempa yang mengguncang Kabupaten Majene dan Mamuju ini berkekuatan magnitudo 6,2 dan terjadi pada Jumat, 15 Januari 2021 dinihari.

Andi Arief pun berharap dampak kerusakan gempa yang merusak bangunan hingga merenggut nyawa warga Sulawesi Barat ini agar bisa ditangani pemerintah dengan cepat.

Harapan itu pun dituliskan oleh Andi Arief pada akun media sosial Twitternya, pada Jum'at, 15 Januari 2021.

"Mudah-mudahan dampak gempa merusak "Sulbar" bisa ditangani dengan cepat," tulis Andi.Menurut Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat itu, pemerintah harus bertindak cepat menangani bencana alam seperti gempa bumi ini.

"Harus ada yang berani membangunkan Presiden dari tidur jika terjadi gempa merusak malam hari. Agar ada tindakan cepat pemerintah dan menteri terkait," ujar Andi lagi dalam cuitannya di Twitter.

Lanjutnya, menurut Andi jika pemerintah bergerak cepat sejak malam hari pasca terjadi gempa, paginya langkah penyelamatan akan bisa dilakukan teratur.

"Pagi hari sudah ada langkah kongkret penyelamatan primer dan sekunder. Ujian terbesar itu ada di masa sulit," kata Andi.

Andi juga mengenang peristiwa gempa yang pernah terjadi di era 2004-2011. Menurutnya saat itu, semua musibah alam itu bisa teratasi dengan baik. Bahkan, lembaga internasional dan warga dunia belajar dari keberhasilan itu.

"Indonesia pernah masuk dalam "periode teror" gempa dan tsunami 2004-2011, semua teratasi dg baik di tengah keterbatasan. Lembaga internasional dan warga dunia banyak belajar dari keberhasilan itu. Mudah2an ini bukan "periode teror" kedua. Meski kalau datang tak bisa dihindari," ujar Andi dalam Twitternya.

Pada sebelumnya, tercatat pusat Gempa Bumi Regional IV Makassar ada 28 peristiwa gempa yang tersebar di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Akan tetapi, ada dua gempa yang merusak. Pertama bermagnitudo 5,9 terjadi hari Kamis, 14 Januari 2021 pukul 14.35 Wita.Sedangkan gempa kedua dengan magnitudo 6,2 terjadi Jumat, 15 Januari 2021 pukul 02.28 Wita.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto