Netral English Netral Mandarin
23:28wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Gerah Gaduh Interpelasi Formula-E, Ini Saran IMI DKI

Sabtu, 04-September-2021 16:20

Ketua IMI DKI, Anondo Eko
Foto : Istimewa
Ketua IMI DKI, Anondo Eko
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta, Anondo Eko, menyarankan Fraksi PSI dan PDIP DPRD DKI Jakarta untuk duduk bareng dengan Gubernur Anies Baswedan, dan membahas tentang penyelenggaraan Formula-E untuk mencari solusi.

Pasalnya, kegagalan Anies menyelenggarakan balap mobil listrik itu pada Juni 2020 akibat adanya force majeure berupa pandemi Covid-19, kini bergulir ke arah interpelasi yang diajukan kedua fraksi itu kepada pimpinan Dewan.

"Duduk saja bareng, bicarakan baik-baik dengan kepala dingin untuk mencari solusinya, karena kan terjadi force majeure berupa pandemi Covid-19, sehingga penyelenggaraannya gagal ada Juni 2020, dan gagal juga pada Juni tahun ini," kata Eko.

Menurut dia, penyelenggaraan event ini bagus karena bukan saja akan membuat mata dunia tertuju ke Jakarta ketika event di selenggarakan, tapi akan membuat hotel-hotel dan di Jakarta penuh, tapi juga bisa menjadi ikon negara.

Namun, kata dia, dengan adanya pandemi seperti ini, ditambah adanya polemik di DPRD yang berujung interpelasi, penyelenggaraan ini menjadi sangat berisiko, karena jika sebuah event balapan tidak didukung infrastruktur, publikasi dan komunikasi yang baik, hasilnya akan rugi.

"Untuk promosi saja misalnya, itu sudah harus digencarkan sejak setahun sebelumnya. Jadi, kalau Formula-E di Jakarta diagendakan Juni 2022, sejak kemarin seharusnya publikasi sudah dimulai," ujarnya.

Meski demikian, kata Eko, untuk membatalkan event ini pun ada risikonya, karena PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai BUMD yang ditunjuk untuk menyelenggarakan event itu, sudah terikat kontrak dan perjanjian.

Kalau event dibatalkan, fee dan bank garansi yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik karena Formula-E merupakan sebuah seri kejuaraan dunia yang lokasi-lokasi penyelenggaraannya sudah ditentukan sesuai jadwal, sehingga kalau kejuaraan yang di Jakarta dibatalkan, maka panitia akan mengalami kerugian, dan itu tentunya ada konsekuensi bagi pihak yang membatalkan.

“Tapi kalau hanya ditunda, konsekuensinya seperti apa, itu ada dalam kontrak atau perjanjiannya,” kata Eko.

Dengan adanya force majeure, ia mengakui kalau posisi Anies saat ini memang dilematis.

"Karena itu, sebaiknya DPRD dan Gubernur duduk bareng untuk mencari solusi. DPRD dan Gubernur kan mitra. Jadi, seharusnya bisa saling bahu membahu," katanya.

Seperti diketahui, pada 26 Agustus 2021 lalu Fraksi PDIP dan PSI DPRD mengajukan penggunaan hak interpelasi kepada pimpinan Dewan untuk penyelenggaraan Formula-E yang diinginkan Gubernur Anies Baswedan dapat terselenggara pada Juni 2022.

Kedua fraksi itu berdalih, penyelenggaraan event balap mobil listrik itu tidak urgen, dan meminta agar anggarannya dialihkan untuk menangani pandemi Covid-19.

Menurut hasil audit BPK, DKI telah membayar Rp983,31 miliar kepada Formula E Organizer (FEO) sebagai penyelenggara event balapan mobil listrik itu dengan rincian;

Pembayaran fee sebesar GBP20.000.000 atau setara dengan Rp360 miliar pada tahun 2019;

Pembayaran fee sebesar GBP11.000.000 atau setara dengan Rp200,31 miliar pada tahun 2020; dan

Pembayaran bank garansi sebesar GBP22.000.000 atau setara Rp423 miliar.

Saat batal diselenggarakan pada Juni 2020 karena mendadak terjadi pandemi Covid-19, Gubernur Anies Baswedan menerbitkan surat nomor 117/-1.857.73 tanggal 9 Maret 2020 yang ditujukan kepada Organizing Committee Jakarta E-Prix yang isinya menyatakan menunda penyelenggaraan Formula E.

Penundaan itu membuat PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai BUMD yang ditunjuk sebagai penyelenggara, melakukan renegosiasi dengan FEO.

Hasilnya, bank garansi yang telah dibayarkan dapat ditarik kembali, namun fee tahap 1 musim penyelenggaraan 2020/2021 yang telah dibayarkan kepada pihak FEO sebesar Rp200,31 miliar tidak dapat ditarik kembali dengan alasan fee itu sebagai jaminan keuangan atas potensi kewajiban-kewajiban PT Jakpro sesuai perjanjian yang telah ditandatangani.

Kegagalan menarik fee inilah yang diduga membuat Anies menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 49 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Tahun 2021-2022, yang di dalamnya juga terdapat instruksi kepada Sekda DKI Marullah Mataali agar menyelenggarakan Formula-E pada Juni 2022.

Berdasarkan data dari laman resmi Formula-E, diketahui kalau DKI masih punya harapan untuk menyelenggarakan event itu, karena untuk penyelenggaraan bulan Juni 2022, penyelenggaraan belum menentukan lokasinya alias masih kosong.

IMI termasuk organisasi yang mendukung penyelenggaraan Formula-E. Pada September 2019, IMI sempat menginfeksi lintasan yang akan digunakan untuk Formula-E di Monas, dan setelah itu menemui Anies untuk memberikan dukungan, dan memberikan masukan agar lintasan yang dibangun dengan biaya mahal itu juga dapat digunakan untuk lintasan balapan yang lain selain Formula-E.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani