Netral English Netral Mandarin
09:42wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Geram Berita Salah Kaprah, Ade Armando: Novel Gak Bilang Korupsinya Rp100 T, Dia Bilang Nilai Projek Bansos Rp100 T, kok...

Jumat, 21-Mei-2021 08:30

Novel Baswedan dan Ade Armando
Foto : Kolase Istimewa
Novel Baswedan dan Ade Armando
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Geram dengan pemberitaan salah kaprah, Ade Armando menyanggah bahwa korupsi bansos yang diungkap Novel Baswedan bukan jumlahnya Rp100 triliun tapi total projeknya sebesar itu. 

Ia pun menuding bahwa pembuatan judul berita media sering salah senyebut.

“Novel gak bilang korupsinya 100 T. Dia bilang nilai projek bansos itu 100 T. Kok judul berita ini bisa jauh banget?” kata Ade Armando sambil menunjuk salah satu berita yang ia maksud melalui akun FB-nya, Jumat 21 Mei 2021.

Untuk diketahui, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sebelumnya menduga kasus korupsi korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 nilainya mencapai Rp100 triliun. 

Namun ia belum bisa memastikan lantaran perlu penelitian kasus ini lebih lanjut. 

Novel mengatakan kasus bansos covid-19 di mana KPK melakukan operasi tangkap tangan hanya untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Kasus ini sudah masuk ke sidang.

Namun, kata Novel, kasus serupa juga terjadi di seluruh daerah di Indonesia dengan pola yang sama sehingga perlu penyelidikan lebih lanjut.

"Ini kasus yang mesti diteliti lebih jauh. Kasus ini nilainya puluhan triliun. Bahkan saya rasa seratus triliun nilai proyeknya dan ini korupsi terbesar yang saya pernah perhatikan," kata Novel seperti dinukil CNN Indonesia, Senin (17/5).

Novel melihat ada kesamaan pola-pola korupsi bansos di daerah yang sama dengan DKI Jakarta dan sekitarnya. Ia menilai kasus bansos harus terus ditindaklanjuti.

"Ini kasus yang mesti diteliti lebih jauh," ucap dia.

Novel menyatakan hal ini terkait untuk alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Namun, ia menyayangkan Kasatgas penyidik kasus bansos dan 74 pegawai KPK lainnya saat ini dinonaktifkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri usai dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan.

Diketahui, Kasatgas penyidik kasus bansos adalah Andre Dedy Nainggolan. Ia berhasil menyeret mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara ke muka persidangan.

Andre juga ditemani oleh penyidik Praswad, yang juga dinonaktifkan, yang berhasil menetapkan lima tersangka hingga ke meja hijau.

Dalam kasus tersebut, Juliari didakwa menerima suap senilai total Rp32.482.000.000 terkait dengan penunjukan rekanan penyedia bansos Covid-19 di Kementerian Sosial.

Rinciannya, Juliari menerima uang dari konsultan hukum, Harry Van Sidabukke sebesar Rp1,28 miliar; Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja sejumlah Rp1,95 miliar; dan rekanan penyedia bansos Covid-19 lainnya senilai Rp29.252.000.000.

Ketua KPK Firli Bahuri dan Juru Bicara KPK Ali Fikri sempat dihubungi untuk mengonfirmasi pernyataan Novel. Namun, sampai saat ini Firli dan Ali belum merespons.

Tahun 2020 lalu, anggaran untuk perlindungan sosial karena pandemi covid-19 sebesar Rp234,33 triliun. Sebanyak Rp129,49 triliun dialokasikan untuk Kemensos dengan rincian Program Keluarga Harapan (PKH) Rp41,97 triliun, Sembako dan Bantuan Tunai Sembako Rp47,32 triliun, Bansos Jabodetabek Rp7,1 triliun, dan Bansos non-Jabodetabek Rp33,1 triliun.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati