Netral English Netral Mandarin
21:02wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Geram dengan Telkomsel, Habib Husin: Mending Bayar Pengacara Mahal yang Penting Malu Tetap Terjaga

Sabtu, 04-September-2021 09:46

Habib Husin Alwi Shihab
Foto : Medcom
Habib Husin Alwi Shihab
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Geram dengan Telkomsel terkait buntut kebocoran data pribadi Denny Siregar, Ketua Cyber Indonesia, Habib Husin Alwi Shihab membuat cuitan keras melalui akun Twitternya. 

“Mending bayar pengacara mahal puluhan MILYAR yg penting malu dan integritas perusahaan tetap terjaga,” kata Habib Husin, Sabtu 4 September 2021.

"Kadang disitu gw nyeseknya sbg org yg sadar hukum, bukannya dikasih pelajaran supaya ada efek jera malah nyenengin pengacara pendukung "oposisi" dgn bayaran mahal," imbuhnya.

Pernyataan Habib Husin disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Denny Siregar.

“Di Eropa data pribadi itu sgt penting. Perush yg memegang data2 pribadi, terikat aturan ketat spy tdk bocor. Sekali bocor, denda bisa gila2an. Itu untuk efek jera. Di Indonesia, cuman minta maaf doang. Ada yg kayak  @Telkomsel malah sewa pengacara mahal..,” kata Denny Siregar.

Untuk diketahui, Operator seluler nasional Telkomsel sebelumnya meminta maaf ke Denny Siregar setelah seorang karyawan perusahaan itu ditangkap polisi karena mencuri dan menyebarkan data-data pribadi sang pegiat media sosial kondang Tanah Air.

"Kami sangat menyayangkan ketidaknyamanan Denny Siregar sebagai pelanggan atas keluhan yang disampaikan. Kami juga meminta maaf terkait hal ini," kata SVP Corporate Secretary Telkomsel Andi Agus Akbar seperti dilansir dari Antara, Jumat (10/7/2020).

Sebelumnya pada pekan ini Denny Siregar sempat mengancam menggugat Telkomsel jika tak menjelaskan mengapa data-data pribadinya bisa bocor ke Twitter.

Seruan Denny ini ditanggapi oleh Telkomsel yang berjanji akan bekerja sama dengan polisi. Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate juga ikut mendorong Telkomsel untuk mengusut dugaan pencurian data tersebut.

Alhasil pada Jumat ini polisi mengumumkan telah menangkap FPH, pemuda 26 tahun yang juga pegawai Grapari Telkomsel di Surabaya, Jawa Timur. Pegawai outsourcing Telkomsel ini sudah ditetapkan sebagai tersangka pencurian data pribadi Denny Siregar.

Andi sendiri mengapresiasi kerja cepat polisi dan mengatkan bahwa tertangkapnya FPH adalah bukti bahwa sistem keamanan Telkomsel tidak dibobol oleh peretas dari luar, melainkan oleh karyawan sendiri.

FPH, yang bekerja sebagai customer service di Grapari Rungkut, diduga telah mengambil data Denny Siregar tanpa izin dari database Telkomsel. Ia diyakini telah memotret data-data Denny Siregar dan menyerahkannya kepada sebuah akun Twitter untuk disebarkan.

Karena kejahatannya FPH kini terancam hukuman penjara 10 tahun dan atau denda sebesar Rp 10 miliar. Ia disangkakan melanggar beberapa pasal dalam UU ITE dan UU Administrasi Kependudukan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati