Netral English Netral Mandarin
11:27wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Geram Dipaksa Jalan Kaki, Tim All England RI Alami Diskriminasi? Netizen: Usir Dubesnya! Tutup Sekalian! 

Jumat, 19-Maret-2021 07:53

Ilustrasi All England
Foto : Dari Rakyat
Ilustrasi All England
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Publik geram dengan apa yang dialami timnas All England yang dipaksa jalan kaki dari Venue All England ke Hotel dan dilarang naik lift. Kalau soal peraturan, memang wajib dilaksanakan tetapi namanya peraturan harusnya diberlakukan untuk semua orang. Bila tidak, maka masuk ranah diskriminasi. 

Kekesalan ini tercermin seperti dalam unggahan dan komentar akun FB Mak lambe Turah, Jumat (19/3/21). 

“ Kalau soal peraturan, kita menghormati lah peraturan negara lain demi menegakkan prokes untuk kepentingana bersama. Peraturan itu kalo sama untuk semua orang, kita akan memahami TAPI kalau peraturannya berbeda2 untuk setiap orang, itu harus disuarakan. Masalahnya kan disini adalah DISKRIMINASI,” cuit MLT.

“Setelah sampai di Crowne Plaza Birmingham City Centre Hotel, semua tim Indonesia melakukan SWAB PCR dan hasilnya negatif tapi yang 20 tidak bisa mengikuti pertandingan gegara dapat email gegara satu pesawat dengan orang yang terdeteksi Covid.  Entah siapa orang itu, darimana datangnya orang itu. Ga jelas. Ga jelas lagi, negara lain yang mendapat hasil tes SWAB PCR Positif, bisa berubah menjadi NEGATIF dan diijinkan main. Pemain Turki saja kalo tidak diprotes, masih terus main. Kayak jelas arahnya kemana hehehe...,” imbuhnya.

“Kalaupun Indonesia mencarter pesawat sendiri, Mak rasa juga tak akan mulus. Bisa jadi sewaktu naek tangga, kesorot CCTV kedapatan setangga sama orang yang terdeteksi covid....... Langsung dapat email hehehe... RATHER FAIL WITH HONOR THAN SUCCEED BY FRAUD, Morning gaiss,” pungkas akun MLT.

Sejumlah netizen mengomentari cuitan MLT.

Ross Dalima Gawas: “Usir DUBESNYA...tutup skalian...”

Moer Laok: “Gara2 kebijakan Nikel Jokowi kaleeeee....”

Tubagus Tebegaya Bagus: “Sedih campur kesal ya mak..”

Sebelumnya diberitakan, Para pemain bulu tangkis Indonesia mengalami kejadian kurang menyenangkan di turnamen All England. Atlet-atlet Tanah Air mesti jalan kaki dari venue ke penginapan. Praveen Jordan menyatakan soal ini via unggahan Instagram pribadinya. Pasangan ganda campurannya, Melati Daeva, lalu membenarkan soal ini.

''Mereka yang masih stay di hall langsung dipaksa keluar arena dan tidak diizinkan naik bus untuk balik ke hotel,'' kata Melati ketika berbincang dengan kumparan, Kamis (18/3).

''Jadi, mereka jalan kaki. [Tidak boleh pakai bus karena] kita dianggap suspect karena sudah kontak dengan yang positif COVID-19. Kita pun enggak dikasih tahu 'siapa' orang tersebut,'' jelas pebulu tangkis 26 tahun ini.

Kendati demikian, perlakuan ini tentu tak masuk di luar logika. Pasalnya, atlet-atlet Indonesia didakwa COVID-19 yang belum tentu kebenarannya. Sudah begitu, jarak tempat bertanding dengan hotel lumayan jauh.

''Kalau naik bus tinggal lurus doang, sih. Tapi kalau untuk jalan kaki lumayan agak jauh, ya. Posisi aku sama [Praveen] Jordan masih di hotel. Karena kan kita main terakhir dan ngaret juga,'' kata Melati.

Ricky Subagja: Kami Dilarang Naik Lift, Diperlakukan Seperti Kena Corona

Tim bulu tangkis Indonesia mengalami kekecewaan yang mendalam di perhelatan All England 2021. Pada Kamis (18/3) subuh hari WIB, seluruh skuad 'Merah Putih' dipaksa mundur dari turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu.

Pangkal masalahnya adalah email dari NHS yang menyatakan bahwa 20 dari 24 anggota tim Indonesia harus menjalani isolasi. Sebab, mereka disebut berada satu pesawat dengan orang positif corona di pesawat dalam perjalanan rute Istanbul-Birmingham.

Dalam sesi konferensi pers bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Kamis (18/3) sore WIB, Ricky Subagja selaku manajer tim Indonesia di All England membagikan ceritanya.

"Tim kami datang dengan 24 orang via transit di Istanbul dengan Turkish Airlines pada tanggal 12 Maret dan ke Birmingham tanggal 13 Maret. Sebelumnya di Jakarta, semua tim sudah tes PCR [dan hasilnya negatif] dan juga sudah vaksin kedua," kisah Ricky.

Skuad 'Merah Putih' tiba di Birmingham pada Sabtu (13/3) dan langsung menuju hotel. Ricky menjelaskan mereka juga menjalankan tes PCR dan hasilnya negatif pada Minggu (14/3). Selama di sana, tim RI juga disebut patuh protokol kesehatan dan latihan seperti biasa.

Kemudian, Ricky juga membenarkan bahwa panitia memutuskan untuk menunda All England sehari. Hal itu karena ada tujuh atlet dari tiga negara (Denmark, Thailand, India) yang sempat dinyatakan positif corona, lalu kembali negatif saat dites lagi.

"Intinya, email itu dinyatakan bahwa 10 hari isolasi karena dari Istanbul ke Birmingham ada seorang penumpang positif yang satu pesawat dengan tim Indonesia, tetapi enggak dikasih tahu siapa," tutur Ricky.

"Pada malam itu, langsung usai laga Ahsan/Hendra, kami kembali ke hotel dikawal jalan kaki ke hotel. Kami naik tangga ke lantai 3 hotel, enggak naik lift, dianggap seperti kena COVID-19," ucap juara ganda putra All England 1995 dan 1996 bersama Rexy Mainaky ini.

Lebih lanjut, Ricky menerangkan bahwa tim Indonesia benar-benar hanya disuruh melakukan isolasi setelahnya. Sempat dijadwalkan tes PCR lagi, tetapi kemudian batal usai email tersebut.

"Lalu, tujuh atlet dari tiga negara tadi diberi kesempatan bisa dites dan pertandingan di-pending, kenapa dari email NHS ini kami sama sekali tak diperkenankan apa-apa kecuali isolasi dari mulai tadi malam?" pungkasnya dinukil Kumparan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto