Netral English Netral Mandarin
03:29wib
PB HMI pimpinan Abd. Muis mengajak kader HMI untuk aksi turun ke jalan mengkritik pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Jumlah tes Covid-19 menurun sepekan terakhir. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan tes ditingkatkan hingga 400 ribu sehari.
Geram Dimaki Terus tapi Sikap Polisi Lembek, Denny Siregar: Penjarakan Satu Dua Hari dan Videokan!

Senin, 17-Mei-2021 08:51

Wanita yang memaki aparat dengan kata tak sopan di Sukabumi-Bogor akhirnya minta maaf
Foto : Kolase Netralnews
Wanita yang memaki aparat dengan kata tak sopan di Sukabumi-Bogor akhirnya minta maaf
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Merasa geram kerana institusi Polri seringkali dimakai tidak sopan dan hanya ditindak dengan minta maaf, Denny Siregar mencuit melalui akun Twitternya.

Ia mengusulkan agar mereka yang memaki aparat, dihukum penjara satu atau dua hari lalu divideokan. Hal ini untuk menghindari kesan seolah Polisi lembek dan tak tegas.

“Seharusnya yg memaki2 aparat yang sedang bertugas, jgn cuman disuruh minta maaf doang pake video,” kata Denny Siregar dinukil NNC, Senin 17 Mei 2021.

“Mereka mungkin jera. Tapi citra aparat akan merosot dan membuat orang lain akan bebas memaki karena terbiasa melihat video aparat dimaki,” lanjutnya. 

“Penjarakan satu dua hari dan videokan…,” usul Denny. 

“Kepolisian seharusnya bisa memilah mana humanis dan mana yang tegas... Humanis itu kalau polisi bantu anak2 nyebrang jalan. Tegas itu kalau ada yg melawan, langsung tindak ditempat<” masih kata Denny.

“Kalau dimaki2 trus viral trus dimaafkan itu sdh bukan humanis lagi namanya, tapi lembek..,” tandasnya.

Kasus Viral di Sukabumi

Untuk diketahui, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang wanita memaki petugas kepolisian lantaran diminta putar balik di kawasan Sukabumi, Jawa Barat di masa larangan mudik Lebaran 2021.

Setelah aksinya viral, polisi pun langsung mendatangi kediaman wanita tersebut dan meminta klarifikasi atas insiden yang menjadi pergunjingan di jagat media sosial.

Wanita itu kemudian meminta maaf kepada petugas kepolisian. Dia mengungkapkan penyesalannya karena telah memaki petugas saat diminta putar balik di kawasan Sukabumi, Jawa Barat.

"Saya sangat meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan saya kepada bapak sudah berkata kasar, Insyaallah akan menjadi pelajaran bagi saya, dan bapak bisa memaafkan apa yang sudah saya sampaikan ke bapak," katanya saat konferensi pers di Polres Sukabumi, Minggu (16/5/2021).

Sebelumnya, video viral di media sosial memperlihatkan pengendara mobil bernomor polisi B 1364 URW memaki-maki petugas kepolisian. Peristiwa itu terjadi di pos penyekatan perbatasan antara Sukabumi dan Bogor, Sabtu (15/5/2021).

Dalam rekaman terlihat, seorang penumpang yang duduk di depan menarik-narik pakaian petugas kepolisan yang menghentikan kendaraan miliknya. Saat itu, si polisi berusaha memberikan penjelasan.

"Saya sudah benar Pak, sesuai pemerintah sudah jelas aturannya," kata pria berpakaian polisi seperti dikutip, Sabtu.

Lantaran tak terima diberhentikan, perempuan berkacamata dan mengenakan kerudung biru yang duduk di kursi belakang ikut meluapkan emosi memaki petugas dengan nama binatang. Dia juga mengaku-ngaku sebagai keluarga polisi.

"Saya juga polisi, keluarga saya polisi. eh anj*** lu ya," kata wanita itu.

Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif membenarkan peristiwa tersebut. Lukman menjelaskan, anggota Polsek Cicurug bernama Briptu Febio sedang mengatur arus lalu lintas Pos Terminal Benda Cicurug, perbatasan antara Sukabumi dan Bogor pada pukul 10.00 WIB.

Saat itu, petugas melihat kendaraan bernomor polisi B 1364 URW mencoba masuk ke wilayah Sukabumi. Lukman menyebut, kendaraan itu sebetulnya sudah dicegat di pos sebelumnya.

Tapi, pengemudinya tidak menggubris perintah anggota. Dia malah melewati jalur tikus sehingga pada pos berikutnya pengendara kembali diminta putar balik.

"Sebelumnya dia juga marah-marah pada petugas. Pas pertama kali diminta putar balik di pos penyekatan yang dimarahi itu Kapolsek. Namun, Kapolsek memilih tidak membalas. Nah di pos kedua ini kembali marah-marah," ujar Lukman saat dihubungi, Sabtu (15/5/2021).

Lukman menerangkan, pengemudi kembali emosi ketika diminta putar balik. Saat itu, salah satu penumpang memvideokan aktivitas petugas ketika melakukan pemeriksaan.

Lanjut Lukman, hal serupa juga dilakuan rekan petugas bernama Briptu Febio. Lukman menyebut, rekaman itu sebagai bukti anggotanya telah melaksanakan tugas sesuai prosedur.

"Anggota kami pun membuat video juga. Supaya jangan sampai nanti disangka anggota kami yang arogan padahal anggota kami sudah melakukan melaksanakan tugas sesuai SOP dan hanya memutar balikan saja," ucap dia.

Tanpa disangka, aksi rekan Briptu Febio memvideokan menyulut emosi penumpang di kendaraan tersebut. Salah satu penumpang bahkan mengeluarkan kata-kata yang menghina petugas.

"iya kita disebut binatang oleh wisatawan itu," ucap dia.

Saat ini, Lukman mengaku telah memerintahkan jajaran kepolisian untuk melakukan penyelidikan terkait dengan kejadian tersebut. "Saya perintahkan kasat melakukan pengecekan terhadap kepemilikan kendaraan tersebut," ujar dia.

Lukman menyampaikan, kendaraan itu tetap berjalan meski telah diminta putar balik. "Anggota saya sabar tidak melawan ya, kami memahami mungkin kondisinya capek. Namun, tidak boleh juga memaki petugas," ujar dia.

Lukman mengimbau masyarakat untuk menyadari bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Menurut dia, masyarakat harus mendukung upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran.

"Pemerintah sudah melakukan imbauan, pembatasan tempat wisata, melarang mudik, kami itu sayang kepada masyarakat. Kami tidak mau mereka tertular, karena dalam kondisi seperti ini kita tidak tahu siapa yang terinfeksi virus Covid-19," ucap dia dinukil Liputan6.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli