Netral English Netral Mandarin
03:17wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Geram Sebut untuk Perdamaian Papua tapi Polisi Tangkap Victor Yeimo, Veronica Koman: Menjijikkan!

Senin, 10-Mei-2021 15:10

Veronica Koman dan Victor Yeimo
Foto : Kolase Netralnews
Veronica Koman dan Victor Yeimo
5

JAYAPURA, NETRALNEWS.COM - Kabar penangkapan buronan kasus kerusuhan di Papua tahun 2019 Victor Yeimo di Jayapura, Papua, Minggu (9/5) membuat pegiat HAM Veronica Koman merasa geram.

“Menjijikkan. “Perdamaian di Papua” tulisnya. Padahal ditangkapnya Victor Yeimo justru akan membuat Papua makin bergejolak,” protes  Veronika Koman melalui akun Twitternya seperti dinukil NNC Senin 10  Mei 2021.

“Di saat masyarakat Papua sedang sensi merasa dilabeli teroris, eee luka lama dicap ‘monyet’ malah dibuka kembali dengan ditangkapnya Victor Yeimo! Ibarat menabur garam di atas luka,” imbuh Veronika.

“Ia dituduh makar menggerakkan demonstrasi anti-rasisme Papua 2019,” tandasnya.

Untuk diketahui, usai Victor Yeimo ditangkap, Kepala Satuan Tugas Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudusy membenarkan penangkapan tersebut. Kata dia, penangkapan Victor dilakukan pukul 19.15 WIT.

"Pada hari ini Minggu 9 Mei 2021 telah menangkap DPO kasus rasisme dan kerusuhan di wilayah papua tahun 2019," ujar Iqbal kepada awak media, Minggu (9/5).

Iqbal mengatakan, pria berusia 38 tahun itu saat ini menjabat sebagai ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), dan juga masih menjabat sebagai juru bicara internasional KNPB.

Menurut Iqbal, Victor juga tercatat menjabat sebagai Sekretaris Besar Petisi Rakyat Papua (Sekber PRP) hingga sekarang.

Victor masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pada 2019 lalu. Dia disangka melakukan makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat.

Kata Iqbal, Victor disangkakan telah melakukan: kejahatan terhadap keamanan negara/makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau tidak lengkap.

Victor disangkakan melakukan penghinaan terhadap bendera, bahasa, lambang negara serta lagu kebangsaan dan atau penghasutan untuk melakukan suatu kejahatan.

"Sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 106 jo pasal 87 KUHP dan atau pasal 110 KUHP dan atau pasal 14 ayat (1), (2) dan pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana," katanya dinukil CNN Indonesia.

Victor dinyatakan sebagai tersangka aktor kerusuhan berdasarkan keterangan saksi yang menyebutnya sebagai pimpinan demo dan orator yang berorasi mengenai Papua merdeka dan memprovokasi masyarakat sehingga mengakibatkan kerusakan fasilitas umum.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli