Netral English Netral Mandarin
22:45wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Gerilyawan Taliban Menyerang, Ratusan Tentara Afghanistan Kabur ke Negara Tetangga

Selasa, 27-Juli-2021 07:19

Gerilyawan Taliban di Afghanistan
Foto : Times of Israel
Gerilyawan Taliban di Afghanistan
13

ISLAMABAD, NETRALNEWS.COM - Sebanyak 46 tentara Afghanistan mencari perlindungan di Pakistan setelah kehilangan kendali atas posisi militer di seberang perbatasan menyusul kemajuan gerilyawan Taliban, kata tentara Pakistan pada Senin (26/7/2021).

Ratusan tentara Afghanistan dan pejabat sipil telah melarikan diri ke negara tetangga Tajikistan, Iran, dan Pakistan dalam beberapa pekan terakhir setelah serangan Taliban di daerah perbatasan.

Komandan militer Afghanistan meminta perlindungan di penyeberangan perbatasan di Chitral di utara, kata tentara Pakistan dalam sebuah pernyataan. Para tentara diberi jalan aman ke Pakistan pada Minggu malam (25/7) setelah izin dari pihak berwenang Afghanistan.

 

"Tentara Afghanistan telah diberi makanan, tempat tinggal, dan perawatan medis yang diperlukan sesuai norma militer yang ditetapkan," menurut pernyataan Pakistan.

Langkah itu dilakukan pada saat hubungan yang buruk antara tetangga. Afghanistan menarik diplomatnya dari Pakistan setelah penculikan singkat putri duta besar Afghanistan di Islamabad awal bulan ini.

Pejabat Afghanistan tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Taliban telah meningkatkan serangannya sejak Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada April bahwa mereka akan menarik pasukannya pada September, mengakhiri kehadiran militer asing selama 20 tahun.

 

Washington mengatakan akan terus melakukan serangan udara untuk mendukung pasukan Afghanistan menghadapi serangan pemberontak.

Pemerintah Afghanistan dan negosiator Taliban telah bertemu di ibu kota Qatar, Doha, dalam beberapa pekan terakhir, meskipun para diplomat mengatakan hanya ada sedikit tanda kemajuan substantif sejak pembicaraan damai dimulai pada September.

Terguncang akibat kerugian medan perang, militer Afghanistan merombak strategi perangnya melawan Taliban untuk memusatkan pasukan di sekitar daerah-daerah kritis seperti Kabul dan kota-kota lain, penyeberangan perbatasan dan infrastruktur vital, kata pejabat Afghanistan dan AS.

Tentara Pakistan mengatakan tentara yang mencari perlindungan akan dikembalikan ke Afghanistan setelah proses hukum, seperti yang terjadi dalam kasus 35 tentara pada awal Juli.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli