Netral English Netral Mandarin
06:16 wib
Indonesia menempatkan dua wakilnya di final Yonex Thailand Open 2021 di Impact Arena, Bangkok, Minggu (17/1) siang. Kedua wakil berasal dari sektor ganda putri dan ganda campuran. Sebanyak enam orang meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi Sabtu (16/1/2021), di sembilan kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado, Sulawesi Utara, jadi daerah terdampak.
Gerindra Bantah Dukung Pembubaran Ormas, EK: Apa Gunanya Prabowo jadi Menhan?

Minggu, 03-January-2021 22:21

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi (EK)
Foto : Istimewa
Pegiat media sosial Eko Kuntadhi (EK)
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi mempertanyakan pernyataan dari Anggota DPR dari Partai Gerindra, Fadli Zon yang membantah partainya mengeluarkan putusan dukung pembubaran ormas. Menurut Eko, pernyataan Fadli ini membuatnya bertanya-tanya, apa gunanya ada Prabowo di pemerintahan dan memegang jabatan Menteri Pertahanan?

“Jadi @Gerindra mendukung ormas intoleran yang akan menjelma menjadi teroris?

Apa gunanya @prabowo jadi Menhan?” tulis Eko di akun Twitternya, Minggu (3/1/2021)



Sebelumnya diberitakan, Anggota DPR RI Fadli Zon membantah pernyataan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang menyatakan Partai Gerindra mendukung kebijakan pemerintah membubarkan kelompok intoleran.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengklaim partainya tak pernah mengeluarkan putusan berisi dukungan pembubaran organisasi intoleran.

Melalui akun Twitter miliknya @fadlizon, ia juga menyertakan tautan salah satu media online yang mewartakan dirinya berbeda suara dengan Partai Gerindra yang mendukung pembubaran FPI.

"Tidak ada putusan @gerindra mendukung pembubaran organisasi tanpa proses pengadilan," kata Fadli Zon seperti dikutip netralnews.com, Sabtu (2/1/2021).

Fadli Zon menegaskan, Indonesia sebagai negara hukum harus tetap menjunjung tinggi konstitusi dan juga Undang-Undang.

"Sebagai negara hukum tetap harus menjunjung tinggi konstitusi dan UU," tegasnya.

Pernyataan Fadli berbeda dengan yang dikeluarkan oleh Rahayu Saraswati. Melalui siaran pers, keponakan Prabowo itu, menyatakan dukungan partainya atas kebijakan yang diambil pemerintah dalam menjaga persatuan.

Salah satunya adalah kebijakan Presiden Jokowi menjaga persatuan Indonesia dengan bersikap tegas pada kelompok intoleran yang membahayakan masa depan NKRI.

"Untuk bangkit dari permasalahan 2020, kita tidak membutuhkan pihak-pihak yang memecah belah, tapi saatnya kita menjaga persatuan bangsa," ungkap Rahayu.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli