Netral English Netral Mandarin
08:28wib
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mengaku sudah menyelesaikan 24 masalah yang tertunda ke Badan Anti Doping Dunia (WADA). Pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 booster pada masyarakat.
Giring: Gubernur Anies Gunakan APBD Demi Ego Pribadi untuk Maju di Pilpres 2024

Selasa, 21-September-2021 16:51

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha, berpendapat bahwa Gubernur DKI Jakarta Aniss Baswedan bukanlah contoh pemimpin yang bisa mengatasi krisis.

Hal tersebut disampaikan Giring Ganesha dalam video yang diunggah di akun media sosial resmi DPP PSI, Senin (20/9/2021).Dalam video itu, awalnya Giring berbicara mengenai kejujuran sebagai resep penting untuk keluar dari krisis.

"Saya percaya kejujuran adalah resep penting untuk keluar dari krisis. Situasi genting akibat pandemi ini memerlukan keterbukaan dan transparansi," kata Giring.

"Karena hanya dengan itu kita bisa mengidentifikasi masalah dengan benar dan mencari jalan keluar dari krisis," sambungnya.

Giring mengatakan, dalam menghadapi situasi krisis, seorang pemimpin adalah panglima yang mengambil tanggung jawab dan menyampaikannya kepada publik secara transparan situasi dan pilihan-pilihan yang diambil dalam merespon situasi.

"Dalam krisis seorang pemimpin sejati harus berupaya menyelamatkan kepentingan yang lebih besar," ujar mantan vokalis grup band Nidji itu.

Kriteria pemimpin yang demikian, menurut Giring, tidak ada pada sosok Anies Baswedan. "Anies Baswedan bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis," ucap dia.

Pasalnya, Giring menilai Anies gagal mengatasi krisis di Jakarta. Dalam hal ini, Giring menyinggung soal pemborosan APBD DKI di tengah pandemi Covid-19.

"Indikator utama dalam menilai kegagalan Anies Baswedan adalah melihat bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta membelanjakan uang rakyat selama pandemi," tuturnya.

Anies disebut Giring menggunakan APBD DKI Jakarta demi kepentingan pribadi untuk maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024 mendatang.

"APBD Jakarta yang begitu besar dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadinya untuk maju sebagai presiden 2024," ungkapnya.

Sebagai contoh, Giring menyinggung ngototnya Pemprov DKI untuk menggelar Formula E di Ibu Kota hingga telah merogoh kocek hampir Rp 1 triliun demi ajang balap mobil listrik itu.

Giring menilai Anies telah mengabaikan tekanan rakyat yang meminta membatalkan rencana balap Formula E yang disebutnya ajang tidak berguna.

"Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balapan mobil Formula E dan mengeluarkan 1 triliun, 1 triliun uang rakyat untuk acara tidak berguna itu," terangnya.

Apalagi, tambah Giring, uang Rp1 triliun yang disetor ke Formula E Operation (FEO) Ltd selaku pemegang lisensi itu dilakukan saat pemerintah pusat mengumumkan situasi darurat pandemi Covid-19.

"Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil formula dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi Covid-19," paparnya.

Uang rakyat sebanyak itu, ungkap Giring, dihabiskan oleh Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal dan hidupnya susah karena pandemi.

"Uang 1 triliun rupiah ia keluarkan padahal rakyat terlantar tidak bisa masuk rumah sakit yang penuh, rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan," tandasnya.

Padahal, kata Giring, Anies pernah mengaku Pemprov DKI kehabisan dana untuk mengatasi Covid hingga meminta bantuan kepada pemerintah pusat.

"Di tengah semua penderitaan rakyat Anies mengatakan 'menyerah, tidak bisa mengatasi situasi'. Dia mengaku tidak ada dana untuk mengatasi Covid dan minta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid rakyat Jakarta," imbuhnya.

Namun di hadapan media, ungkap Giring, Gubernur Anies kerap membuat pernyataan bahwa dia peduli dengan rakyat yang dilanda pandemi.

"Tetapi Anies di hadapan media selalu menampakan diri peduli dengan penderitaan rakyat karena pandemi. Tapi apakah dia peduli?" tukasnya.

Menurut Giring, sikap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu yang seolah-olah peduli pada warga hanyalah kepura-puraan belaka.

"Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak," tegas Giring.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati