Netral English Netral Mandarin
22:51 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
GPK: Suharso Monoarfa Figur Yang Paling Siap dan Layak Pimpin PPP

Jumat, 11-December-2020 06:00

GPK dukung Suharso jadi Ketum PPP.
Foto : Netralnews/Adiel
GPK dukung Suharso jadi Ketum PPP.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) sebagai badan otonom Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mendeklarasikan dukungan kepada Suharso Monoarfa menjadi Ketua Umum PPP Periode 2020-2025 pada Muktamar IX pada 18-21 Desember 2020 mendatang.

Deklarasi digelar GPK di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2020). Keputusan GPK mendukung Suharso dilakukan setelah mendengar aspirasi Pengurus Wilayah (PW) GPK seluruh Indonesia dan setelah melakukan rapat pleno GPK.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami Gerakan Pemuda Ka'bah seluruh Indonesia menyatakan mendukung penuh Bpk, Dr.Ir. H. Suharso Monoarfa, MBA, menjadi Ketua Umum PPP periode 2020-2025," kata Ketua Umum GPK, Andi Surya Wijaya.



"Menginstruksikan kepada seluruh GPK se-Indonesia pada semua tingkatan, PP, PW, PC sampai pada tingkat PAC untuk mendukung Bapak Suharso Monoarfa menjadi Ketua Umum PPP," ujarnya.

Andi mengungkapkan, GPK mendukung Suharso karena pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP adalah satu-satunya figur yang siap memimpin PPP saat ketum sebelumnya, Romahurmuziy, terjerat kasus korupsi pada pertengahan Maret 2019 lalu.

Apalagi, lanjut Andi, berkat kerja keras dan tangan dingin Suharso, PPP berhasil lolos ke Senayan pada Pemilu 2019 lalu. "Alasannya jelas, beliau satu-satunya figur yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan ini, dan hanya dalam kurun waktu singkat, dengan kerja keras dan tangan dingin beliau, partai ini bisa diselamatkan di Pemilu 2019 kemarin," ucap dia.

Selain itu, visi misi Suharso untuk membesarkan PPP dan menang di Pemilu 2024 mendatang, menjadi alasan lain mengapa GPK mendukungnya menjadi Ketum PPP.

"Visi misi beliau untuk bagaimana besok mengkonsolidasikan partai pada Pemilu berikutnya, bagaimana bisa menjemput kemenangan, inilah salah satu yang bisa dilihat bahwa partai sekarang mulai hidup, sudah mulai konsolidasi dan semua aktif, GPK juga turun ke bawah untuk merekrut kader-kader milenial agar bersama-sama membesarkan partai nanti," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Deklarasi, Ikbal Sayuti membeberkan, saat ini PPP merupakan partai yang lemah sehingga membutuhkan sosok pemimpin yang kuat serta rekam jejak yang mumpuni dan sudah teruji agar mampu mengembalikan kejayaan partai berlambang Ka'bah itu. Figur pemimpin demikian ada dalam sosok Suharso.

"Sebenarnya ini adalah keputusan yang sangat berani, tapi kenapa kami berani melakukan itu? Karena kami meyakini bahwa bapak Suharso adalah sosok yang sangat tepat untuk mengangkat kembali PPP yang sekarang ini lemah," ujarnya.

"Jadi butuh sosok yang kuat yang bisa membawa kembali PPP jaya, moga-moga PPP kembali menang seperti sebelum-sebelumnya. Nah itu ada pada sosok seorang Bapak Suharso Monoarfa," sambung Bendahara Umum Pengurus Pusat GPK itu.

Suharso, tambah Ikbal, sangat berpengalaman di dunia politik maupun pemerintahan. Hal itu dibuktikan dengan berbagai jabatan yang diemban dan segudang prestasi yang diukir Suharso selama ini.

Suharso saat ini menjabat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Ia diketahui pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode pertama Presiden Jokowi, kemudian anggota DPR periode 2004-2009, dan Menteri Perumahan Rakyat era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

"Beliau ada sosok yang sangat berpengalaman, baik itu pengalaman politik, kemudian beliau sudah menjabat menteri dua kali, kemudian anggota dewan. Jadi pengalaman politik beliau sangat luar biasa," jelas Ikbal.

Ikbal membeberkan bahwa pihaknya mendukung penuh Suharso menjadi Ketum PPP periode 2020-2025, karena komitmen GPK dalam menjaring kader-kader baru PPP dari kaum milenial, sejalan dengan pemikiran Suharso untuk membesarkan partai tersebut dan mempertahankan supaya PPP tetap lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) di Pemilu 2024.

"Kami di GPK sebenarnya sudah berkomitmen menjadikan diri kami sebagai laboratorium kader untuk membuat semakin banyak orang-orang bergabung dengan kita," imbuhnya.

"Dan ini selaras dengan pemikiran Pak Suharso yang menginginkan bahwa PPP kedepannya adalah partai peserta pemilu yang bisa meningkatkan electoral supaya PPP aman di 2024. Kita tidak ingin PPP terlempar dari Parlemen 2024 kalau seandainya kita tidak lolos parliamentary threshold," papar Ikbal.

Atas dasar itulah, Ikbal menegaskan, jika PPP dipimipin Suharso lima tahun ke depan, maka akan kembali menjadi partai besar yang bakal diperhitungkan di pesta demokrasi pada tahun-tahun mendatang.

"Oleh sebab itu, harapan kami, keyakinan kami, kalau Pak Suharso kita dukung menjadi Ketua Umum PPP, maka beliau akan bisa bawa PPP lolos dari parliamentary threshold sehingga PPP tetap ada," pungkasnya.
 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani