Netral English Netral Mandarin
17:50 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Gubernur Anies Ajukan Tiga Nama Calon Sekda kepada Presiden Jokowi, Ini Orangnya

Kamis, 10-December-2020 20:18

Foto :
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan tiga nama aparatur sipil negara (ASN) sebagai calon Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta. Para ASN yang diajukan Anies adalah Sri Haryati selaku Penjabat Sekda DKI; Marullah Matali selaku Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan dan Sigit Wijatmoko selaku Wali Kota Administrasi Jakarta Utara.

Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Tahun 2020, telah menerbitkan surat pengumuman Nomor 11 tahun 2020 tentang Hasil Akhir Seleksi Terbuka Jabatan Sekda dan Deputi Gubernur di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta tahun 2020, yang ditetapkan pada 8 Desember 2020.

"Nama peserta seleksi terbuka jabatan Sekda dan Deputi Gubernur di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang dinyatakan lulus seleksi terbuka tahap akhir dan memenuhi syarat untuk diangkat dalam jabatan tersebut adalah peserta dengan nilai akor akhir di atas 75,00,” kata Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Tahun 2020, Suharti, Kamis (10/12/2020) petang.



Menurutnya, ketiga ASN yang dinyatakan lulus seleksi terbuka tahap akhir akan dibuatkan usulan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian, dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Presiden RI Joko Widodo melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Nantinya Mendagri akan membuatkan tes penilaian akhir (TPA) sebagai dasar penetapan surat keputusan (SK) untuk pengangkatan satu orang di antara tiga kandidat tersebut.

Selain tiga ASN itu, ada juga satu ASN yang dinyatakan lulus seleksi terbuka sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi. Hanya saja satu ASN bernama Tuty Kusumawati itu gagal diajukan kepada Presiden karena hanya dia saja sebagai kandidat yang memenuhi persyaratan dalam jabatan tersebut.

Dengan demikian, Tuty kini tetap menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta. “Keputusan Panitia Seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” jelas Suharti yang juga mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kependudukan dan Permukiman.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan, tiga nama yang diajukan Gubernur Anies kepada Presiden melalui Mendagri merupakan yang terbaik dari 10 kandidat dari tahap sebelumnya. Mereka juga dianggap memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan ASN tertinggi di Pemprov DKI Jakarta.

“Tiga nama itu orang yang terbaik dan sudah disampaikan kepada Mendagri dan dilanjutkan kepada Presiden. Di sana nanti ada tim penilaian akhir (TPA), dan dirumuskan lagi di antara tiga itu,” ujar Chaidir.

“Kalau dari Pemprov DKI kan sudah rampung (proses seleksi) di Desember. Sekarang tinggal trrgantung di TPA, kalau di penghujung Desember 2020 sudah ada, yah Januari atau Februari awal sudah keluar SK dan pelantikan,” tambahnya.

Sementara itu bila mengacu pada UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan RI, bahwa jabatan Sekda dan Deputi, diangkat dan diberhentikan Presiden RI atas usul Gubernur. Pengangkatan mereka juga harus memenuhi persyaratan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Meski diangkat dan diberhentikan Presiden atas usulan Gubernur, namun Sekda dan Deputi memiliki tanggung jawab kepada Gubernur. Untuk jabatan Sekda memiliki tugas dan kewajiban membantu Gubernur dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan perangkat daerah.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli