3
Netral English Netral Mandarin
16:28 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Gubernur Anies Saksikan Detik-detik Pasien Covid-19 Meregang Nyawa dari Dekat

Selasa, 26-January-2021 20:20

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto : Instagram Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
0

JAKARTA, NETRNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat detik-detik pasien Covid-19 yang meregang nyawa. Gubernur menyaksikan momentum itu melalui layar televisi saat berkunjung ke RSUD Cengkareng.

Gubernur Anies katakan, saat itu pasien baru saja ditutup kain putih. Menurutnya, ikhtiar manusia berhenti di situ. Semua alat dilepas, dan orang itu telah menjadi jenazah. Kematian pasien dalam kesendirian, tanpa ada keluarga di sampingnya.

"Siang itu, menjelang pukul 14, di RSUD Cengkareng, berdiri di depan layar tv, di ruang kontrol yang memonitor setiap pasien ICU, kami menyaksikan dari dekat," kata Anies dikutip dari unggahannya, Selasa (26/1/2021).

Dia sebut peristiwa itu dekat. Apalagi kain putih menutup wajah dan badan orang yang kita kenal. Bagai momen yang tak berjarak.

Tidak lama kemudian, Anies menemui keluarga di depan pintu ruang jenazah. Duka keluarga terasa teramat dalam. Sesuatu yang tak pernah keluarga bayangkan akan terjadi secepat itu. Kebersamaan dan gelak tawa berpuluh tahun keluarga itu, kini tersimpan menjadi kenangan.

Dalam hitungan jam, menjelang maghrib, jasad itu telah tiba di pemakaman dan siap dimasukkan ke peristirahatan terakhirnya di liang kubur.

"Teman-teman semua, ini bukan fiksi dan bukan sekadar angka statistik. Ini akhir dari sebuah perjalanan anak manusia yang diterpa wabah: bermula dari tertular COVID-19 dan berujung pada kematian," ujar Anies yang lakukan kunjungan ke RSUD itu baru-baru ini.

Kata Anies, penularan terbanyak saat ini menimpa klaster keluarga. Satu orang terpapar, lalu menularkan pada anggota keluarga lain. Fakta saat ini, paling banyak yang terpapar adalah usia muda, tapi paling banyak meninggal adalah usia tua.

"Janganlah jadi penular. Ikutlah mencegah penularan," tegas dia.

Anies imbau kurangi kegiatan di luar rumah, kecuali kegiatan mendesak dan mendasar. Saat pulang, maka taati protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan hindari kontak fisik dengan keluarga.

"Pakai masker itu tidak nyaman, tapi ingatlah, terkena COVID-19 itu jauh lebih tidak nyaman," kata dia.

Dia juga akui bahwa berjarak, tak bersalaman dengan keluarga itu terasa aneh. Tapi Anies ingatkan, terpisah untuk isolasi bahkan berpisah selamanya itu jauh amat tidak nyaman.

"Jadi jangan lelah, jangan lengah. Sekali lagi, virus itu bukan fiksi. Ini semua adalah nyata. Lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi semua," pesan dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani