Netral English Netral Mandarin
14:53wib
TNI Angkatan Udara melayangkan permintaan maaf atas peristiwa kekerasan yang dilakukan dua oknum prajuritnya terhadap warga sipil di Merauke, Papua, Senin. Pemerintah Amerika Serikat kembali mengimbau kepada para penduduk dan pemukim kembali mengenakan masker guna mencegah infeksi virus corona (Covid-19) varian Delta.
Guntur Romli Dukung Jaksa Singgung Habib Rizieq Sering Berkata Kasar: Setuju

Senin, 14-Juni-2021 20:38

Eks petinggi FPI Habib Rizieq Shihab, PN Jakarta Timur
Foto : Adiel/NNC
Eks petinggi FPI Habib Rizieq Shihab, PN Jakarta Timur
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohammad Guntur Romli mendukung sikap Jaksa dalam menanggapi pledoi terdakwa kasus kerumunan sekaligus pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).

Apalagi, dalam pembacaannya sikap terdakwa sering berkata kasar kala berceramah maupun selama masa persidangan.

"Saya setuju dengan Jaksa," Kata dia seperti dilansir di akun resmi twitternya, Jakarta, (14/6/2021).

Seperti diketahui, hari ini Jaksa penuntut umum (JPU) membacakan nota tanggapan atau replik atas pledoi atau nota pembelaan yang dilayangkan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab (MRS) atas perkara hasil swab test RS UMMI.

Penyampaian replik itu diutarakan jaksa dalam lanjutan yang digelar di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur. Salah satunya, jaksa juga menuding kalau seluruh pledoi atau nota pembelaan yang dibacakan Rizieq Shihab dominan berupa keluh kesah.

Bahkan kata jaksa, keluh kesah yang diutarakan eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu tidak ada kaitannya dengan pokok perkara.

"Habib Muhammad Rizieq terlalu banyak menyampaikan keluh kesahnya yang hampir tidak ada hubungannya dengan pokok perkara yang sedang disidangkan, kemudian ada kata-kata hujatan, mudah sekali menghujat orang lain," tutur jaksa.

"Tanpa filter, kalimat-kalimat seperti ini lah dilontarkan terdakwa dan tidak seharusnya diucapkan seseorang mengaku dirinya berakhlak karimah, tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas," kata Jaksa. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli