3
Netral English Netral Mandarin
00:50 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
Guru Besar USU Diduga Rasis pada Pigai, RG: Serahkan Diri Kalau Profesor Otaknya Cukup

Rabu, 27-January-2021 11:00

Foto :
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pengamat Politik Rocky Gerung komentari tindakan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf L Henuk. Prof Yusuf diduga melakukan tindakan rasis, pada Aktivis Kemanusiaan yang juga Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Menurut Rocky seharusnya sebagai Guru Besar USU, Prof Yusuf paham etika bermasyarakat. Harapannya ketika tahu Ambroncius Nababan berurusan dengan pihak Kepolisian, Prof Yusuf datang menyerahkan diri pada pihak berwajib.

“Dia harus paham kalau itu sama kasusnya, penghinaan dan mengolok-olok dengan cara yang rasis. Itu kalau Profesor otaknya cukup dan paham bahwa ada kesetaraan di dalam hukum,” ujar Rocky, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Rabu (27/1/2021).

Berikut unggahan Prof Yusuf di Media Sosial Twitter yang dianggap melakukan tindakan rasis pada Pigai:

Pace @NataliusPigai2 beta mau suruh ko pergi ke cermin lalu coba bertanya pada diri ko: Memangnya @NataliusPigai2 punya kapasitas di negeri ini? Pasti ko beranai buktikan ke @edo751945 & membantah pernyataan @ruhutsitompul yang tentu dapat dianggap salah,” cuit Prof Yusuf pada jejak digitalnya.  

Tidak hanya itu, Prof Yusuf juga menyertakan adanya foto monyet yang sedang berkaca pada cuitannya tersebut. Foto monyet berkaca bertuliskan: “memangnya pigai punya kapasitas di negeri ini?”.

Tindakan Prof Yusuf mencuat, setelah kasus yang menimpa Ketua Umum Projamin Ambroncius Nababan. Ambroncius melakukan tindakan rasisme karena mengunggah foto Pigai dan disandingkan dengan foto Gorila, sambil menyindir soal vaksin.

“Jadi dia jangan tunggu dijemput paksa dengan alasan lain. Mudah-mudahan kemampuan dia untuk menghadapi problem ini masih bisa diandalkan sedikit di atas IQ. Saya harap seperti itu,” tegas Rocky.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati