Netral English Netral Mandarin
22:56wib
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan kebijakan karantina berlaku untuk semua tim MotoGP 2022 tanpa terkecuali. Pemerintah memutuskan memberi nama ibu kota negara baru Indonesia dengan istilah Nusantara. Pemberian nama tersebut dinilai terkesan Jawa Sentris.
Gus Muhaimin Bertemu Kardinal Suharyo, Ini 3 Poin yang Dibahas

Senin, 29-November-2021 23:40

Abdul Muhaimin Iskandar dan  Mgr Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo
Foto : Dok. PKB
Abdul Muhaimin Iskandar dan Mgr Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyambangi kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (29/11/2021).

Kedatangan Gus Muhaimin disambut langsung oleh Ketua KWI sekaligus Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta, Mgr Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo.

“Saya bersyukur dan berterimakasih kepada bapak Kardinal yang telah memberikan waktu kepada kami untuk bisa bersilaturahmi dan menyampaikan berbagai hal. Sudah lama sebetulnya kami ingin bersilaturahmi tapi karena pandemi tertunda-tunda,” kata Gus Muhaimin, seperti dikutip dari laman PKB.

Ada tiga agenda dan tujuan Gus Muhaimin menyambangi KWI. Pertama, Gus Muhamin mengundang Kardinal Suharyo beserta jajaran KWI lainnya untuk menghadiri undangan Refleksi Natal dan Tahun Baru yang akan digelar PKB pada 21 Desember mendatang.

“Tujuan kami pertama mengundang Bapak Kardinal dan bapak-bapak dari KWI untuk bisa membantu menyukseskan acara Refleksi Natal. Setidaknya jika bapak Kardinal bisa hadir sangat membahagiakan,” ujarnya.

Menurut Gus Muhaimin, pihaknya bakal mengundang berbagai tokoh bangsa untuk turut menghadiri refleksi Natal dan Tahun Baru tersebut. Dia berharap refleksi tersebut menjadi media untuk mempererat tali persatuan dan kesatuan bangsa dari berbagai latar agama, suku maupun budaya.

“Sudah lama kami ingin mengundang para tokoh-tokoh agama untuk bersama-sama refleksi hubungan antar agama, antar keyakinan, dan penguatan semangat kebangsaan," ungkap Wakil Ketua DPR itu.

Ujian demi ujian yang telah menimpa kita sebagai suatu bangsa semakin mematangkan kita sebagai kekuatan yang saya yakin dan optimis persatuan dan kesatuan kita semakin natural, fungsional, mengakar dan tidak mudah tergoyahkan,” sambungnya.

Kedua, Gus Muhaimin hadir di KWI untuk mendiskusikan ragam problematika yang terjadi di Papua. Dia secara khusus meminta sumbang saran dari Kardinal Suharyo untuk bersama-sama mencari solusi terbaik bagi kedamaian dan keteduhan papua.

“Banyak sekali yang datang ke kami juga, kami juga sudah ke sana (Papua), peran KWI sangat penting untuk memajukan Papua sekaligus membawa papua yang damai dan sejahtera,” tuturnya.

Ketiga, Gus Muhaimin juga mengutarakan keinginannya bertemu secara langsung dengan Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus di Vatikan. Dia menaruh harapan besar kepada Kardinal Suharyo untuk membantu mewujudkan keinginannya tersebut.

“Sebetulnya saya dan pak Daniel (Daniel Johan) sudah beberapa kali ke sana, tapi masih di luaran. Kita ingin bisa bertemu secara langsung. Tentu harapan kami ingin menjadi bagian dari langkah-langkah mewujudkan kedamaian dan ketentraman, khususnya di Indonesia,” tukas Gus Muhaimin.

Sementara itu, Kardinal Suharyo menyambut baik kedatangan Gus Muhaimin bersama rombongan. Dia juga mengapresiasi inisiatif Gus Muhaimin mengadakan Refleksi Natal dan Tahun Baru. Menurutnya inisiatif tersebut adalah wujud dari toleransi dan upaya menimba kebijakan, pesan, khidmat dari berbagai macam agama di Indonesia.

“Saya kira PKB tidak hanya akan menyambut Natal dengan refleksi, tetapi juga agama-agama lain pasti juga akan mendapat kesempatannya,” ucap Kardinal Suharyo.

Menanggapi persoalan di Papua, Kardinal Suharyo menyatakan membangun dan merawat semangat cinta Tanah Air adalah tanggungjawab seluruh warga bangsa.

"Sikap gereja Katolik yang resmi terhadap masalah Papua itu sangat jelas, yaitu mendukung sikap pemerintah, apapun itu, karena dijamin undang-undang internasional,” jelas Kardinal Suharyo.

Dalam kesempatan itu Gus Muhaimin hadir didampingi anggota DPR Fraksi PKB Daniel Johan, jajaran DPP PKB antara lain Yucundianus Lepa, Ketua Panitia Refleksi Natal dan Tahun Baru Ardy Susanto, serta Sekjen Garda Bangsa Muhammad Rodli Kaelani.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi