Netral English Netral Mandarin
05:33wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Gus Muhaimin: NTT Contoh Simbol Persatuan dan Keberagaman

Rabu, 08-December-2021 19:20

Muhaimin Iskandar alias Gus Imin
Foto : Istimewa
Muhaimin Iskandar alias Gus Imin
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengatakan, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu contoh daerah di Indonesia yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan menjadi simbol persatuan.

”Saya sungguh sangat senang, saudara- saudara di NTT ini terus merajut kekeluargaan, kebersamaan demi terwujudnya kesejahteraan bersama. Semoga kita terus konsistem untuk berkontribusi menjaga persatuan di NTT,” ujar Gus Muhaimin dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/12/2021).

Hal tersebut disampaikan Gus Muhaimin dalam Dialog Kebangsaan bertajuk 'Peran Agama dan Legislatif dalam Membangun Karakter dan Kesejahteraan Bangsa' yang digelar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (5/12/2021).

Menurutnya, dalam 10 tahun reformasi, pendewasaan dan penguatan cara pandang wawasan kebangsaan yang lebih inklusif dan pluralis tumbuh dengan baik.

Moderasi kehidupan beragama secara partisipatoris juga terus berkembang. Dialog antaragama dan kebersamaan di dalam kesadaran beragama menjadi lebih baik.

”Hal ini sangat baik karena kalau Gus Dur menyatakan, semakin dalam ilmu agama yang dimiliki maka semakin toleran. Semakin dangkal agama seseorang maka semakin intoleran,” ujarnya.

Selain itu, Gus Muhaimin menyebut bahwa sejak era reformasi 1998 terjadi dinamika kebebasan yang luar biasa. Setiap orang bisa menyampaikan ide, gagasan, dan ideologi dengan sangat bebas.

Sehingga, tambah Gus Muhaimin, dalam 15 tahun pertama reformasi, terbongkar semua keadaan dengan sangat nyata, terutama di media sosial.

”Yang radikal kelihatan, fundamentalis kelihatan, yang teroris pun kelihatan. 10 tahun awal Reformasi, puncaknya 2000-an, produksi ajaran-ajaran kampanye kekerasan berbasis agama terproduksi sangat masif,” jelasnya.

Lebih jauh, Gus Muhaimin mengungkap, Indonesia yang sangat terbuka membuat semua ajaran mudah masuk dan berkembang. Untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada, seluruh anak bangsa harus terus menunjukkan dan merawat kebhinekaan.

"Dan NTT inilah contoh simbol persatuan dari keberagaman,” tutur Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Di sisi lain, Gus Muhaimin menyampaikan saat ini pembangunan bangsa mengalami tantangan berat akibat pandemi Covid-19. Hampir seluruh negara di dunia mengalami persoalan yang sama. Ia mengaku bersyukur saat ini keadaan menjadi lebih baik.

Terkait itu, Gus Muhaimin mengatakan bahwa agama dan legislatif memiliki peran yang begitu penting dalam membangun karakter dan kesejahteraan bangsa. Sebab, persoalan bangsa saat ini begitu kompleks.

Menurutnya, ada tiga persoalan bangsa yang harus menjadi perhatian serius, yakni kemiskinan, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pembangunan kekuatan ekonomi nasional.

”Tiga hal ini yang menjadi fokus kegiatan APBN kita. Persoalan ini belum teratasi, kini ditambah lagi pandemi. Akibatnya, alokasi APBN mengalami refocusing dan pengurangan,” terangnya.

Kendati begitu, Gus Muhaimin menyampaikan bahwa secara umum pertumbuhan ekonomi masih cukup baik, meskipun APBN tidak bisa menjadi penyangga tunggal pertumbuhan ekonomi.

”Jumlah penduduk kita yang banyak ternyata ada gunanya karena terjadi siklus ekonomi dari kebutuhan konsumsi harian. Di sisi lain APBN kita mengalami pemasukan anggaran cukup bagus ketika iklim industri dan usaha baik. Karena pandemi, jumlah anggaran yang masuk dari penerimaan pajak mengalami penurunan signifikan,” urainya.

Karena itu, kata Gus Muhaimin, DPR memberikan keleluasan penuh kepada eksekutif untuk benar-benar mengatasi keadaan pandemi dengan sebaik-baiknya.

”Pemerintah diberikan keleluasaan. Semua permintaan pemerintah tak ada yang tidak lolos di DPR. Semua parpol, termasuk PKB memberikan keleluasaan yang besar. Ini untuk mengawal pembangunan nasional agar jalannya pemerintahan lebih efektif,” pungkasnya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi