3
Netral English Netral Mandarin
17:05 wib
Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Italia sudah melampaui 100 ribu orang. Kondisi itu membuat Italia menjadi salah satu negara yang mencatatkan rekor kematian tertinggi. Politisi Partai Demokrat (PD) versi kongres luar biasa (KLB) Max Sopacua membantah informasi yang menyebut pihaknya menjanjikan imbalan Rp100 juta untuk para kader partai yang bersedia menghadiri KLB
Gus Nadir: Caci Maki atas Wafatnya Kang Jalal, Jelaskan Siapa Meneladani Akhlak Nabi? 

Rabu, 17-Februari-2021 13:20

Cendekiawan dan politisi dari PDIP Jalaludin Rakhmat
Foto : Istimewa
Cendekiawan dan politisi dari PDIP Jalaludin Rakhmat
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akademisi sekaligus tokoh muda Nahdlatul Ulama, Nadirsyah Hosen atau Gus Nadirs mempertanyakan akhlak yang berasal dari nabi apa.

Sebab, terdapat sekelompok masyarakat bersorak-sorai dengan meninggalnya seorang cendekiawan muslim Jalaludin Rakhmat. Padahal, ada juga pemuka agama yang juga pendukung politik wafat Maheer At Twuailibi tak ada caci-maki yang muncul. Namun, doa yang mengalir.

"Ustad Maaher meninggal, tak ada caci-maki malah mendoakan beliau.Kang Jalal meninggal, banyak yg tega mencaci. Yahudi meninggal, Nabi Muhammad berdiri menghormati atas dasar kemanusiaan. Jelas kan siapa yg meneladani akhlak Nabi?, tulis Gus Nadirs dalam cuitannya, di Jakarta, Rabu (17/2/2021).

Baca Juga :

Seperti diketahui, Tokoh Cendekiawan Jalaluddin Rakhmat meninggal dunia di usia 71 tahun, Senin, 15 Februari 2021. Tokoh komunikasi kelahiran 1949 itu masuk rumah sakit pekan lalu dan wafat di ruang Intensive Care Unit sebuah rumah sakit swasta di Bandung. “Kabar meninggalnya beliau tadi pukul 15.45 WIB,” kata Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ( Fikom Unpad) Dadang Rahmat.

“Beliau salah satu ikon komunikasi di Unpad,” kata Dadang. Pemikiran Kang Jalal soal ilmu komunikasi dinilainya masih tajam. Beberapa buku karyanya sampai hari ini juga masih jadi pegangan mahasiswa, seperti Psikologi Komunikasi, Metode Penelitian Komunikasi.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati