3
Netral English Netral Mandarin
16:41 wib
Menko Polhukam Mahfud MD membantah tudingan yang menyebut pemerintah melindungi jalannya Kongres Luar Biasa ( KLB) kubu kontra-Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar warga Jakarta untuk mewaspadai potensi hujan disertai kilat dan petir hari ini, Senin (8/3).
Gus Sahal: Jilbab Adalah Hak Berkeyakinan, Negara Tak Boleh Memaksa

Sabtu, 23-January-2021 17:42

Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal
Foto : Istimewa
Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal menjelaskan terkait kewajiban berjilbab dalam konteks negara demokrasi.

Menurutnya, jilbab dalam ranah hak berkeyakinan negara tak boleh memaksakan kehendaknya dalam soal keyakinan agama.

"Dlm konteks demokrasi, jilbab itu  ranah hak berkeyakinan. Ga boleh ada paksaan negara dlm soal keyakinan agama.

Yg yakin jilbab wajib, silakan pakai. Yg yakin bahwa jilbab gak wajib ya silakan ga pake. 

Negara ga boleh memaksa berjilbab, atau memaksa copot jilbab," tulisnya seperti  dilansir akun twitternya Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

Gus Sahal sapaan akrabnya juga menambahkan tak ada ketentuan siswi non muslim harus diwajibkan menggunakan jilbab dalam lingkungan sekolah. Itu juga, lanjut dia perlakuan sama dikenakan pada siswi yang beragama muslim, lalu sebaliknya siswi muslim tak boleh dipaksa melepas jilbab oleh sekolah negeri manapun.

"Yg gak boleh dipaksa berjilbab oleh sekolah negeri harusnya bukan hanya siswi non muslim. 

Siswi muslimah yg tak berjilbab pun TAK BOLEH dipaksa berjilbab oleh sekolah negeri.  Seperti halnya siswi muslimah yg berjilbab TAK BOLEH  dipaksa lepas jilbab oleh sekolah negeri, tulisnya.

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli