Netral English Netral Mandarin
10:43wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Habib Aboe: Penyerangan Terhadap Ustaz Tak Boleh Diremehkan!

Minggu, 26-September-2021 21:23

Anggota Komisi III DPR Aboebakar Alhabsyi (Habib Aboe)
Foto : PKS.id
Anggota Komisi III DPR Aboebakar Alhabsyi (Habib Aboe)
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Al-Habsy (Habib Aboe), mengatakan bahwa peristiwa penyerangan terhadap sejumlah ustaz yang terjadi beberapa hari terakhir ini tidak boleh diremehkan.

Hal tersebut disampaikan Habib Aboe pada Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (25/9/2021).

“Kalau kita lihat banyak kejadian penyerangan, tanggal 21 September kemarin Seorang Ustadz di Mustikajaya, Bekasi menjadi korban pembegalan dan pembacokan, sehari sebelumnya Ustadz Chaniago yang sedang memberikan ceramah di Masjid juga diserang," kata Habib Aboe, dikutip dari laman Fraksi PKS.

"Dua hari sebelum itu Ustadz Marwan, menjadi korban penembakan di depan rumahnya yang terletak di kecamatan Pinang, kota Tangerang, sedangkan kejadian yang agak lama kita ingat ada penyerangan kepada almarhum Syaikh Ali Jaber. Tentunya itu semua tidak boleh diremehkan, kita harus memberikan perhatian yang serius,” ungkapnya.

Menurut Sekjen PKS itu, perlu ada langkah-langkah preventif agar peristiwa serupa tidak terjadi di kemudian hari. Salah satunya adalah dengan sosialisasi Empat Pilar MPR. Ia menuturkan bahwa dengan sosialisasi tersebut diharapkan akan meningkatkan toleransi di masyarakat.

“Salah satunya adalah dengan sosialisasi empat pilar. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat akan meningkatkan toleransi. Akan ada rasa saling menghormati atas kegiatan keagamaan yang dilaksankan di tengah masyarakat. Ini dapat menjadi salah satu upaya preventif yang cukup bagus," ujarnya.

Selain sosialisasi Empat Pilar untuk meningkatkan toleransi di masyarakat, lanjut Anggota MPR dari Dapil Kalsel I ini, langkah preventif lainnya yakni dengan pengamanan terhadap tokoh agama oleh penyelenggara kegiatan.

“Jadi ketika menyelenggarakan kegiatan panitia harus sudah menyiapkan pola pengamanan untuk para ustadz yang memberikan ceramah atau pengajian. Hal ini perlu menjadi bagian dari SOP penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang menghadirkan ustadz, kyai, tuan guru atau tokoh agama lainnya," papar Habib Aboe.

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR itu menyarankan agar untuk kegiatan yang cukup besar, panitia yang mengundang tokoh agama bisa berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat.

“Jadi jika kegiatannya agak besar, lebih baik jika panitia berkoordinasi dengan Babinkamtibmas atau polsek setempat. Sehingga nanti aparat keamanan dapat membantu menjaga keamanan saat kegiatan dilaksanakan. Ini adalah salah satu upaya untuk menghindari kejadian penyerangan yang tidak diinginkan," pungkas Habib Aboe.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli