Netral English Netral Mandarin
11:39wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Habib Rizieq Divonis 4 Tahun Penjara, Gus Sahal: Ini Berlebihan, Lebay

Kamis, 24-Juni-2021 22:05

Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika, Akhmad Sahal atau yang akrab disapa Gus Sahal
Foto : Istimewa
Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika, Akhmad Sahal atau yang akrab disapa Gus Sahal
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika, Akhmad Sahal atau yang akrab disapa Gus Sahal, mengomentari vonis 4 tahun penjara terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam kasus tes swab di RS Ummi Bogor.

Gus Sahal mengatakan, dirinya setuju kalau vonis 4 tahun penjara dijatuhkan pada pelaku yang menebar kebencian SARA, atau seperti yang mengancam memenggal kepala.

Namun untuk kasus data swab seperti yang menjerat Habib Rizieq, Gus Sahal menilai vonis 4 tahun penjara berlebihan bahkan terkesan lebay.

"Ini berlebihan. Kalau Rizieq divonis 4 tahun karena tebar kebencian SARA kek ancam penggal kepala dll, saya setuju. Tapi kalau karena kasus Data Swab, ini lebay," tulis Gus Sahal di akun Twitternya, Kamis (24/6/2021).

Gus Sahal lantas mengingatkan agar jangan berlaku tidak adil hanya karena membenci suatu kelompok atau individu tertentu.

"Janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu ga adil, kata Quran," cuit @sahaL_AS.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap terdakwa kasus tes swab di RS Ummi Bogor, Habib Rizieq Shihab.

Dalam sidang pembacaan vonis, Kamis (24/6/2021), hakim menyatakan Habib Rizieq terbukti bersalah menyebarkan berita bohong hingga menimbulkan keonaran dalam kasus tersebut.

Habib Rizieq dinilai melanggar dakwaan primer, Pasal 14 Ayat (1) subsider Pasal 14 Ayat (2) lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, turut serta menyebarkan berita bohong dengan sengaja mengakibatkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan alternatif primer penuntut umum," kata hakim.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun," demikian vonis yang dibacakan Majelis Hakim.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya menuntut Habib Rizieq dengan hukuman 6 tahun penjara.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli