Netral English Netral Mandarin
10:15wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Habib Rizieq Divonis 4 Tahun Penjara, Lieus: Sangat Melukai Rasa Keadilan Rakyat

Jumat, 25-Juni-2021 05:00

Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma
Foto : Netralnews.com/Adiel Manafe
Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma menilai, vonis 4 tahun penjara terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam kasus tes swab di RS Ummi Bogor, telah melukai rasa keadilan rakyat.

“Vonis itu sangat melukai rasa keadilan rakyat,” kata Lieus Sungkharisma melalui keterangan tertulis yang diterima netralnews.com, Jumat (25/6/2021).

“Bagaimana mungkin seorang yang hanya didakwa menyebarkan kebohongan melalui YouTube dan menyebabkan keonaran, divonis lebih berat dari kebanyakan vonis terhadap koruptor,” sambungnya.

Menurut Lieus, banyak pihak sesungguhnya berharap agar Habib Rizieq divonis bebas, karena selain dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang dipaksakan, juga pernyataan jaksa dalam sidang dianggap bertentangan dengan fakta.

“Bukan saja karena dakwaan JPU tentang menyebarkan berita bohong yang menyebabkan keonaran terlalu dipaksakan, tapi juga karena banyak pernyataan JPU tentang Habib Rizieq di dalam persidangan, bertentangan dengan fakta,” ujarnya.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan Habib Rizieq secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penyiaran berita bohong dan timbulkan keonaran terkait hasil tes swab di RS Ummi.

Habib Rizieq dinilai bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Majelis menjatuhkan pidana penjara terhadap Muhammad Rizieq bin Husein Shihab alias Habib Muhammad Rizieq berupa pidana penjara selama 4 tahun penjara," ujar hakim membacakan surat putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021).

Mengenai penyebaran berita bohong, Lieus Sungkharisma menyebut bahwa banyak kasus serupa namun tidak diproses hukum.

“Banyak sekali kasus penyebar berita bohong, bahkan yang sudah dilaporkan ke Polisi, tapi tidak ditindak,” kata Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) itu.

Lieus juga mempertanyakan penilaian hakim soal keonaran yang terjadi akibat penyebaran kabar bohong terkait hasil tes swab Covid-19 Habib Rizieq. “Keonaran apa yang sudah terjadi disebabkan oleh tes swab Habib Rizieq itu?,” tanyanya.

Lebih lanjut, Lieus menilai pengadilan dan vonis yang dijatuhkan terhadap Habib Rizieq ini lebih bersifat politis ketimbang dilandasi upaya menegakkan hukum berdasar keadilan dan kebenaran.

“Terkait pandemi Covid-19, sesungguhnya banyak sekali pelanggaran yang dilakukan masyarakat atas aturan yang dibuat pemerintah. Tapi tak satupun yang ditindak hingga kasusnya sampai di pengadilan seperti yang dialami Habib Rizieq,” ungkapnya.

Mestinya, tambah Lieus, kalau memang pemerintah benar-benar ingin menegakkan hukum, maka semua kebohongan yang banyak terjadi selama ini, termasuk yang bikin gaduh di media sosial, harusnya ditindak.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli