Netral English Netral Mandarin
00:41 wib
Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Minggu (17/1) pukul 12.00 WIB bertambah 11.287. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih gelar juara turnamen Yonex Thailand Open 2021 setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah.
Habib Rizieq ke Polda Metro, FAPP: Kata Yang Tepat Menyerahkan Diri dan Mungkin Spekulasi...

Rabu, 12-Agustus-2020 22:46

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)
Foto : Antara
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila ( FAPP) Petrus Selestinus mengomentari kedatangan tersangka kasus kerumunan di Petamburan, Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Polda Metro pada Sabtu (12/12/2020) hari ini.

Petrus berpendapat, kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu sama artinya dengan menyerahkan diri karena di luar jadwal pemeriksaan.

"Tidak ada kata yang lebih tepat untuk Mohammad Rizieq Shihab (MRS) yaitu menyerahkan diri dengan datang ke Polda Metro Jaya hari ini, karena kedatangannya di luar jadwal untuk pemeriksaan sebagai tersangka, yang sudah dijadwalkan pada Senin, 14 Sesember 2020," kata Petrus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/12/2020).



Petrus menduga, Habib Rizieq dan tim penasihat hukumnya sedang berusaha membangun citra dan kesan positif seolah-olah HRS merupakan warga negara yang baik yang taat hukum dan kooperatif
karena menyambangi Polda Metro Jaya lebih awal dari jadwal pemeriksaan.

Padahal, langkah Habib Rizieq dan tim kuasa hukumnya itu baru dilakukan setelah HRS dua kali mangkir dari panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi, hingga akhirnya polisi menetapkan status tersangka dan mengancam akan menangkap Habib Rizieq.

"MRS dan Tim Penasehat Hukumnya, mungkin sedang berspekulasi bahwa dengan menyerahkan diri pada hari libur (Sabtu), di luar jadwal pemeriksaan, selain dimaksudkan untuk membangun citra dan kesan positif bahwa MRS sebagai warga negara yang baik telah bersikap kooperatif, sehingga bisa lolos dari semua bentuk upaya paksa," ujarnya.

Meski begitu, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) itu menyebut skenario yang dimainkan Habib Rizieq dan tim kuasa hukumnya tidak berhasil mengubah pendirian skenario penyidik dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran.

"Namun, apapun harapan dan apapun skenarionya, nampaknya MRS gagal atau tidak berhasil mengubah pendirian skenario Penyidik dan Kapolda Metro Jaya untuk tetap bersikap konsisten melakukan upaya paksa yaitu penangkapan selama 1 x 24 jam dan kemudian akan disusul dengan penahanan terhadap MRS di Rutan," jelas Petrus.

"Publik sudah pegang janji Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran bahwa mengenai penegakan ketertiban dan keamana sebagai wujud hak sosial warga negara, tidak akan ada istilah tarik "gigi mundur" bagimu Negeri tercinta Indonesia," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Kamis (10/12/2020), Polda Metro Jaya menetapkan Habib Rizieq Shihab kasus kerumunan massa di acara penikahan putrinya pada 14  November lalu. Penetapan tersangka dilakukan usai gelar perkara pada Selasa (8/12/2020).

Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka setelah dua kali tidak memenuhi panggilan polisi, yakni pada tanggal 1 dan 7 Desember 2020, dengan alasan dalam masa pemulihan.

Selain Habib Rizieq, polisi juga telah menetapkan lima orang tersangka lainnya.
Diantaranya ketua panitian HU, sekretaris panitia saudara A, penanggung jawab acara saudara MS dan SL, dan seksi acara saudara HI.

"Dari hasil gelar perkara menyimpulkan ada enam yang ditetapkan sebagai tersangka. Yang pertama sebagai penyelenggara Saudara MRS sendiri. Disangkakan Pasal 160 dan 216 (KUHP)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Setelah berstatus tersangka,Habib Rizieq akhirnya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Senin (12/12/2020). Sebelum ke Polda Metro Jaya, Habib Rizieq sempat membuat pengumuman terkait kedatangannya tersebut.

"Pada malam ini saya umumkan untuk seluruh anak bangsa, Insya Allah besok, hari Sabtu, tanggal 12 Desember 2020 di pagi hari, saya bersama pengacara akan datang ke Polda Metro Jaya, Insya Allah," kata Habib Rizieq dalam video yang diunggah di Front TV pada Sabtu (12/12/2020) dini hari.

Menurut Habib Rizieq, kedatangannya ke Polda Metro Jaya hari ini adalah menunjukkan komitmennya sebagai warga negara yang baik dan patuh pada prosedur hukum yang berlaku.

"Jadi saya mau menunjukkan bahwa kita tetap punya komitmen untuk menjadi warga negara yang baik, untuk patuh hukum, untuk ikut melaksanakan dari prosedur hukum yang ada," ujarnya.
 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati