3
Netral English Netral Mandarin
10:29 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Hadapi Varian Baru COVID-19, Dua Negara Eropa Ini Bergandengan Kembangkan Vaksin 

Sabtu, 06-Februari-2021 05:21

Ilustrasi vaksin COVID-19.
Foto : Istimewa
Ilustrasi vaksin COVID-19.
0

LONDON, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Inggris telah menyetujui kesepakatan dengan perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, untuk bekerja sama mengembangkan vaksin melawan varian baru virus corona dan menargetkan pesanan awal untuk 50 juta dosis jika diperlukan.

Perdana Menteri Boris Johnson mengutip kemungkinan varian baru virus corona sebagai salah satu risiko terbesar untuk peluncuran vaksin dan berharap ekonomi dapat mulai dibuka kembali setelah penguncian pada musim semi.

Pemerintah mengatakan vaksin Pfizer/BioNTech serta Oxford/AstraZeneca yang saat ini diluncurkan tampaknya bekerja dengan baik terhadap varian yang saat ini dominan di Inggris.

"Tetapi kami harus siap menghadapi semua kemungkinan dan meningkatkan kapasitas manufaktur Inggris Raya untuk mengembangkan vaksin guna memerangi varian baru penyakit tersebut, dengan memanfaatkan keahlian genomik terkemuka dunia," kata Menteri Kesehatan Matt Hancock dalam pernyataan, Jumat (5/2/2021). 

Pemerintah mengatakan hampir semua vaksin yang dikembangkan melalui kemitraan tersebut merupakan varian dari suntikan CureVac yang ada, yang saat ini sedang menjalani uji klinis tahap akhir.

Untuk CureVac, aliansi itu menandai langkah lain untuk mengejar ketertinggalan dari pengembang vaksin mRNA terkemuka BioNTech dan Moderna dan untuk mendapatkan kembali posisi terdepan untuk vaksin generasi baru, yang mencegah lebih dari satu varian dalam satu pengobatan.

Pada Rabu (3/2), CureVac mengumumkan kemitraan dengan GlaxoSmithKline Inggris untuk pengembangan vaksin tersebut.

CureVac mengatakan memilih Inggris karena peran utamanya dalam menganalisis susunan genetik virus saat patogen berkembang, dan pemimpin negara itu mulai meluncurkan generasi pertama vaksin.

"Pemerintah Inggris dan Satgas Vaksinnya telah berada di garis depan dalam pengawasan, pengembangan vaksin, dan pengiriman vaksin untuk penyebaran selama pandemi ini," kata Kepala Pejabat Bisnis dan Kepala Pejabat Komersial CureVac Dr. Antony Blanc.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli