Netral English Netral Mandarin
10:46wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Haikal Sebut Soeharto Ayah Biologis, FH: Serius? Jangan Main-main, Bisa Ubah Sejarah Lho

Jumat, 11-Juni-2021 13:50

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mempertanyakan kebenaran dari pernyataan tokoh Persaudaraan Alumni 212 Ustaz Haikal Hasan yang menyebut Presiden kedua Soeharto sebagai 'bapak biologis'.

Alasan Ferdinand mempertanyakan itu, karena menurutnya jika benar Haikal menganggap Soeharto ayah biologisnya, maka itu bisa berbuntut panjang karena berkaitan dengan warisan dan juga sejarah.

Hal tersebut disampaikan Ferdinand melalui akun Twitternya mengomentari pemberitaan dari okezone.com dengan judul berita 'Pimpin Doa 100 Tahun Soeharto, Haikal: Beliau Bapak Biologis dan Ideologis'.

"Bapak BIOLOGIS? Kal, yang bener lu ahh, jangan main-main, karena biologis ini bisa menyangkut warisan," cuit @FerdinandHaean3, Jumat (10/6/2021).

"Serius lu Soeharto bapak biologis mu? Jika iya, ini akan mengubah sejarah lho Kal," kata Ferdinand.

Sebelumnya, Ustaz Haikal Hassan mengajak untuk mendoakan Presiden kedua Soeharto yang disebutnya sebagai ayah biologis dan ideologis.

Ajakan itu disampaikan Haikal saat didaulat membacakan doa tahlil di acara syukuran 100 tahun kelahiran Presiden Ke-2 Soeharto di Masjid Agung At-Tin TMII, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021).

"Mari kita awali dengan setulus, seikhlas-ikhlasnya doa, kirimkanlah pahala dari seluruh bacaan-bacaan hari ini, dan wabil khusus Al-Fatihah yang akan kita bacakan untuk ayah biologis dan ayah idiologis, karena kita semua yang hadir di sini adalah anak-anak beliau," kata Haikal sebelum membacakan doa.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli