3
Netral English Netral Mandarin
04:41 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Duh, Haji Ternama di Makassar Diciduk gegara Dana Umrah, Netizen Malah Tanya Kapan Gibran Ditangkap

Sabtu, 30-January-2021 15:29

Duh, Haji Ternama Diciduk gegara Dana Umrah
Foto : Wartaprima
Duh, Haji Ternama Diciduk gegara Dana Umrah
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang Haji ternama di Makassar diciduk polisi. Ia berinisial Haji W atau MA (38), Pemilik Travel Haji dan Umrah PT Alburuj Tourism ditahan di Polrestabes Makassar.

Bos Travel ternama di Makassar ini dilaporkan oleh salah satu pemodal dengan tuduhan penipuan. Pelapor merasa tertipu setelah diiming-imingi akan mendapatkan untung besar. Satuan Reskrim Polrestabes Makassar menahan pemilik jasa travel ibadah umrah dan haji, owner Al Buruj, MA pada Kamis (28/1/2021).

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul menyebutkan awalnya tersangka dan korban menjalin kontrak kerja sama sejak tahun 2018 lalu. Namun travel haji ternama di Makassar itu, diduga melakukan penipuan kepada mitranya.

MA diduga menipu korban, yang nilainya hingga miliaran rupiah. Mitranya (Najib Dafrid) melaporkan kepada pihak berwajib atas penipuan ini.

"Tersangka menjanjikan untung sebesar 70 persen untuk korban sebagai pemilik modal. Sedangkan untung 30 persen untuk tersangka sebagai pelaksana," katanya.

Menurut Kompol Agus, korban tergiur dengan iming-iming dan menyerahkan uang tunai sebesar Rp 1 miliar lebih. Atas perbuatannya, kini MA mendekam di sel tahanan Polrestabes Makassar.

"Kami saat ini merampungkan berkas perkara tersangka untuk selanjutnya dikirim Ke JPU sebagai tahap pertama," Kompol Agus.

Kasus penipuan tersebut mendapat banyak sorotan warganet di sosial media. Di Akun FB Mak Lambe Turah, lucunya, muncul pernyataan netizen bernama Virman yang justru menuduh Gibran putra Presiden Jokowi kapan ditangkap.

Sontak netizen lain menyentilnya karena tanggapannya tiba-tiba keluar dari konteks berita yang dibahas.

MLT: "Waspada gaiss kalo punya banyak duit jangan cepat tergiur.. Biasanya yang tipu2 itu yang sukanya ngomong manis dan belibet sana sini muter2 ga jelas."

Virman: "Gibran anak jokowi yg nilep bansos kapan ditangkap.??!!!"

Šhazidåputrï Śãbillå: "Aduh si miskin yg gak bisa beli data buat cari berita yg akurat. Justru yg nilep bukan gibran .yg nilep beneran itu yg lagi di dlm penjara si rijik sang penyerobot tanah faham agama kok masih nyerobot tanah yg bukan hak nya.Pengikut rijik kepanasan."

Andy Dbo: "Ehhh,,,da Barisan sakit hati & jiwa nonggol,,,,."

Affifa Noor Fatemma: "Virman kamu punya bukti untuk tuduhan ini. Kl benar gibran nilep bansos semoga gibran mendapat balasan dgn kehinaan Dan kesulitan hidup Dan azab YG pedih. Tapi kl ini fitbahmu. Fitnah lebih kejam Dr pembunuhan. Kl kamu sdh memfitnah orang yg jujur maka semoga kamu mendapat axab YG pedih dgn penyakit YG tdk Ada obatnya. Mati dgn keadaan YG terhina . Ini saja doa sy. Semoga Allah menjadi pengadilan YG paling Adil Dr masalah mcm ini. Jgn pikir kamu bebas menyebar fitnah di medsos. Ada 2 malaikat Kiri kandnmu YG selalu menulis segala kelakuan mu. Sekalipun ini medsos bisa JD ladang dosa YG terus mengalirkan dosa Dr fitbahmu setiap Kali Komen mu dibaca orang. Jgn pikir km bs bebas krn km pk akun palsu bebas nulis fitnah apapun. Ingat sebesar zarahpun Amal Dan dosamu tetap ditulis dlm catatan amalmu. Doa YG tulus semoga Allah menjadi pengadilan atas fitnah fitnah mu."

Sementara sebelumnya diberitakan bagaimana kronologi polisi mengamankan seorang pria berinisial MA (38) usai terlibat dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang milik rekannya saat berkerja sama dalam usaha travel haji dan umrah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul mengatakan, MA diamankan di rumahnya di Jalan Hertasning Utara, Kecaman Panakkukang, Rabu (26/1/2021).

MA diduga menipu dengan melanggar janji untuk mengembalikan uang milik rekannya berinisial ND (58).

"Terlapor membuat kerja sama dengan pelapor yang dituangkan dalam kontrak kerja sama dalam bidang travel haji umroh, yang mana pada saat itu terlapor menjanjikan keuntungan 70 persen untuk pelapor sebagai pemilik modal," kata Khaerul, Jumat (29/1/2021).

Perjanjian kontrak kerja sama itu terjadi pada awal Juli 2018. MA yang memintal modal dari ND berperan sebagai pelaksana usaha.

ND pun memberikan modal kepada MA sebesar Rp 1,85 miliar. Namun berjalan dua tahun, MA tidak juga memberikan keuntungan pada ND seperti dalam kontrak kerja sama yang sebelumnya dibuat.

Pada awal Juli 2020 kata Khaerul, ND kembali menghubungi MA perihal uang yang dijanjikan kepadanya. Namun bukannya memberi, saat bertemu ND kembali meminta uang kepada AMA karena ingin menebus rumahnya di Jakarta seharga Rp 60 miliar.

"Pelapor kembali memberikan uang sebesar Rp 1,5 miliar kepada terlapor dengan jaminan 3 lembar cek kepada pelapor," ujar Khaerul.

Pada saat cek tersebut jatuh tempo, MA justru tidak bisa membayar ND lantaran saldonya tidak cukup. Kesal dengan sikap rekannya itu, ND pun melaporkan MA ke polisi pada awal September 2020.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto