Netral English Netral Mandarin
21:44wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Halo Eksportir Inilah Jenis Kopi yang Disukai Warga Busan

Senin, 13-September-2021 06:49

Kopi Indonesia banyak disukai warga Busan
Foto : Kopi Indonesia
Kopi Indonesia banyak disukai warga Busan
8

BUSAN, NETRALNEWS.COM - Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan berkolaborasi dengan KBRI Seoul melakukan strategi diplomasi kopi melalui penjajakan bisnis (business matching) secara virtual.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani komunikasi para eksportir kopi Indonesia dan memperluas pasar agar ekspor kopi ke Korea Selatan semakin meningkat.

Saat ini, Indonesia merupakan negara ke-4 produsen kopi terbesar dan negara ke-9 eksportir kopi di dunia. “Kemendag mengapresiasi strategi diplomasi kopi yang dilakukan KBRI Seoul dan ITPC Busan untuk menjembatani komunikasi antara eksportir kopi Indonesia dan calon pembeli dari Korsel.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kopi Indonesia semakin mendunia,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi, dalam siaran persnya, Senin, (13/9/2021).

Duta Besar RI di Seoul Umar Hadi menyampaikan, peluang pasar kopi di Korsel sangatlah besar. Konsumsi kopi masyarakat Korsel makin meningkat, jumlah kafe makin menjamur, dan tren kenaikan impor kopi Korsel dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Indonesia, makin besar.

Menurut data Trademap, pada 2020, Korsel merupakan importir kopi terbesar ke-11 dengan nilai impor senilai USD 737,8 juta dan memiliki nilai importasi yang selalu mengalami peningkatan.

Di tahun yang sama, Indonesia merupakan negara eksportir kopi terbesar ke-9 dengan nilai ekspor senilai USD 821,93 juta. Indonesia menempati urutan ke-13 sebagai negara pemasok kopi ke Korsel dengan nilai impor senilai USD 10,56 juta pada 2020.

“Untuk itu, kami optimis eksportir kopi Indonesia akan sukses menembus pasar Korsel dengan berbekal empat hal, yaitu adaptif pada selera pasar, mengembangkan kolaborasi dengan pelaku industri kopi Korsel secara aktif, memanfaatkan teknologi digital tepat guna, serta menaati peraturan dan cermat memperhatikan stimulus Pemerintah,” ujar Umar.

Pada kegiatan ini, sebanyak 22 eksportir kopi Indonesia dipertemukan dengan tujuh importir kopi Korsel.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati