Netral English Netral Mandarin
19:45wib
Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Yahya Waloni menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kalangan Nasrani. Para peneliti menemukan sebuah parasit malaria yang kebal obat di Uganda.
Harga Cabai di Tanah Bumbu Terus Melonjak

Kamis, 07-January-2021 22:33

Ilustrasi Pedagang Cabai
Foto : Antara
Ilustrasi Pedagang Cabai
30

TANAH BUMBU, NETRALNEWS.COM - Harga cabai di pasar tradisional dan pasar harian di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, beberapa hari terakhir terus melonjak hingga menembus Rp90.000/kg.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tanah Bumbu H. Deni Hariyanto, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Hariansyah di Batulicin Kamis (7/1/2021) mengatakan, harga cabai rawit sejak awal Januari mengalami kenaikan sekitar R18.000/kg yang awalnya Rp72.500 menjadi Rp90.000/kg.

"Kenaikan harga juga terjadi pada cabai keriting dari Rp65.000 menjadi Rp70.000/kg," katanya.

Dia mengatakan, kenaikan harga cabai karena adanya siklus tahunan atau cuaca ekstrim yang mengakibatkan petani gagal panen.

Seperti kondisi saat ini yang memasuki musim penghujan, banyak tanaman cabai terkena jamur dan hama perusak daun, sehingga daerah-daerah penghasil yang biasa memasok ke pasar besar mengalami tidak dapat memenuhi permintaan pasar.

"Selama ini kebutuhan cabai di Bumi Bersujud masih mendatangkan dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut dan dari Pulau Jawa," ujarnya.

Selain harga cabai yang melambung tinggi, harga kedelai di Kabupaten Tanah Bumbu juga mengalami kenaikan sekitar Rp1.300/kg dari Rp9.700 menjadi Rp11.000/kg.

Lanjut Hariansyah, hal tersebut disebabkan adanya peningkatan permintaan Kedelai oleh Negara Cina terhadap Amerika Serikat, dimana per Desember 2020 permintaan yang semula 15.000.000 Ton menjadi 30.000.000 ton sehingga hukum juga berdampak di pasar Indonesia.

Terkait hal ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tanah Bumbu terus melakukan pengawasan sembako di pasar-pasar terutama di Kecamatan Simpang Empat, Kusan Hilir dan Kecamatan Satui.

"Dari hasil pengawasan dan monitoring sembako per hari kamis 07 Januari 2021, kami pastikan ketersediaan bahan pokok cukup hingga tiga bulan ke depan," pungkasnya.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli