Netral English Netral Mandarin
16:40wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Harga Emas Anjlok 18,6 Dolar AS di Akhir Perdagangan, Ini Pemicunya

Sabtu, 31-Juli-2021 06:45

Ilustrasi Emas Batangan
Foto : MarketWatch
Ilustrasi Emas Batangan
24

CHICAGO, NETRALNEWS.COM - Harga emas anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu 31/7/2021 pagi WIB), karena dolar yang lebih kuat memicu investor mengambil keuntungan setelah logam kuning mengalami reli singkat mencapai level tertinggi dalam enam minggu didorong oleh jaminan Ketua Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi untuk saat ini. 

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun tajam 18,6 dolar AS atau 1,01 persen menjadi ditutup pada 1,817,20 dolar AS per ounce. 

Sehari sebelumnya, Kamis (29/7/2021), harga emas berjangka melambung 31,2 dolar AS atau 1,73 persen menjadi 1.835,8 dolar AS, penyelesaian tertinggi sejak 16 Juni dan persentase kenaikan satu hari terbesar sejak 6 Mei. 

Harga emas berjangka turun tipis 10 sen AS atau 0,01 persen menjadi 1.799,70 dolar AS pada Rabu (28/7/2021), setelah naik 0,6 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.799,80 dolar AS pada Selasa (27/7/2021), dan merosot 2,6 dolar AS atau 0,14 persen menjadi 1.799,20 dolar AS pada Senin (26/7/2021).Harga emas mencapai level tertinggi dalam dua minggu pada Kamis (29/7/2021) setelah Powell mengatakan pasar kerja AS masih memiliki beberapa alasan untuk dibahas sebelum The Fed menarik kembali dukungannya. Harga emas juga naik hampir 0,9 persen untuk minggu ini dan 2,6 persen untuk bulan ini. 

Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures mengatakan data yang menunjukkan kenaikan inflasi inti pada kecepatan yang sedikit lebih lambat dari perkiraan bulan lalu, ditambah dengan dolar yang lebih kuat, telah membebani emas. 

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. 

Haberkorn juga mengatakan: "Emas masih terlihat kuat pada level ini dan fakta bahwa The Fed tidak benar-benar mengatakan apa pun yang akan mengubah arah pembelian aset atau kenaikan suku bunga menambah kekuatan pasar." 

Imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih rendah juga menurunkan peluang kerugian memegang emas, yang tidak membayar suku bunga.Indeks dolar, pengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya yang telah merosot ke level terendah satu bulan sebelumnya, naik 0,3 persen, mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya. 

Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group, memperkirakan emas akan menembus di bawah 1.770 dolar AS dan perak di bawah 25 dolar AS selama bulan Agustus. 

“Ada banyak investor emas dan perak non-tradisional yang membeli logam setelah lonjakan tahun lalu pada Agustus dan harga belum kembali ke level itu, jadi Anda memiliki banyak investor yang mengatakan 'ini tidak terjadi, saya akan memindahkan uang saya ke tempat lain'.” 

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 23,5 sen atau 0,91 persen, menjadi ditutup pada 25,547 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 19,2 dolar AS atau 1,8 persen, menjadi ditutup pada 1,048,4 dolar AS per ounce.

Reporter : Antara
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi