Netral English Netral Mandarin
19:33wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Harga Emas Menguat di Akhir Perdagangan

Selasa, 01-Juni-2021 06:26

Ilustrasi Emas Batangan
Foto : Istimewa
Ilustrasi Emas Batangan
9

NEW YORK, NETRALNEWS.COM - Emas menguat pada perdagangan terakhir Senin (Selasa 1/6/2021 pagi WIB) mengincar level psikologis baru 2.000 dolar dan berada di jalur untuk kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2020, ketika greenback menuju penurunan bulan kedua sementara meningkatnya tekanan inflasi juga mengangkat daya tarik emas. 

Emas spot naik 0,3 persen menjadi diperdagangkan di 1.907,90 dolar AS per ounce pada pukul 05.38 GMT. Harga spot telah naik hampir 7,9 persen sepanjang bulan ini. 

Sementara itu, emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk penyerahan Agustus naik 0,22 persen menjadi 1.909,50 dolar AS per ounce saat laporan ini dibuat. Tidak ada harga penyelesaian karena sebagian besar pasar di Amerika Serikat dan Inggris tutup pada Senin (31/5/2021) untuk hari libur umum.“Dolar tetap melemah, itu cukup mendukung. Emas bullis sekarang mengincar 2.000 dolar, dan sebagian besar berpikir itu akan naik jauh lebih tinggi, " kata Stephen Innes, managing partner di SPI Asset Management. 

Indeks dolar menuju penurunan bulanan kedua berturut-turut versus rivalnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun menjadi 1,593 persen pada Jumat (28/5/2021), mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. 

Data pada Jumat (28/5/2021) menunjukkan harga-harga konsumen AS melonjak pada April, dengan ukuran inflasi yang mendasari melampaui target 2,0 persen Federal Reserve dan membukukan kenaikan tahunan terbesar sejak 1992.Emas sering dilihat sebagai lindung nilai inflasi, meskipun Ketua Fed Jerome Powell telah berulang kali menyatakan bahwa inflasi yang lebih tinggi akan bersifat sementara. 

"Selama Fed menolak untuk mengubah kebijakan moneternya dalam menanggapi kenaikan inflasi, suku bunga riil akan terus meluncur lebih jauh ke wilayah negatif, yang merupakan kabar baik untuk emas," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch dalam sebuah catatan. 

Fokus investor minggu ini adalah pada data penggajian AS pada Jumat (4/6/2021), dengan perkiraan median menunjukkan mereka akan menambahkan 650.000 pekerjaan. 

Logam mulia lainnya, perak untuk penyerahan Juli naik 0,45 persen menjadi diperdagangkan pada 28,140 dolar AS per ounce, menuju kenaikan bulanan terbesar sejak Desember.

Reporter : Antara
Editor : Sesmawati