Netral English Netral Mandarin
07:05wib
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan keamanan ibu kota negara (IKN) baru akan disiapkan semaksimal mungkin. Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada pertengahan Januari 2022.
Harga Emas Naik Tipis di Akhir Perdagangan, Ini Penyebabnya

Kamis, 09-December-2021 07:09

Ilustrasi Emas Batangan
Foto : Antara/Reuters
Ilustrasi Emas Batangan
0

CHICAGO, NETRALNEWS.COM - Harga emas naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis 9/12/2021 pagi WIB), karena pelemahan dolar mengimbangi imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih kuat, ketika para investor menyesuaikan posisi mereka menjelang data harga konsumen AS akhir pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 0,8 dolar AS atau 0,04 persen, menjadi ditutup pada 1,785,50 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (7/12/2021), emas berjangka terkerek 5,2 dolar AS atau 0,29 persen menjadi 1.784,70 dolar AS.

Emas berjangka merosot 4,4 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.779,50 dolar AS pada Senin (6/12/2021), setelah melonjak 21,20 dolar AS atau 1,2 persen menjadi 1.783,90 dolar AS pada Jumat (3/12/2021), dan anjlok 21,60 dolar AS atau 1,2 persen menjadi 1.762,70 dolar AS pada Kamis (2/12/2021).

"Satu-satunya tekanan yang diperoleh emas adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, tetapi kenaikan imbal hasil cukup terbatas," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan menguat, meredupkan daya tarik emas. Di sisi lain, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Kenaikan emas dibatasi karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pengusaha AS mencatat 11 juta pekerjaan terbuka pada Oktober, hampir menyamai rekor tertinggi yang dicapai pada Juli dan tanda bahwa perusahaan-perusahaan cukup percaya perekonomian akan berkembang.

Emas berlabuh di kisaran 1.780-1.800 dolar AS per ounce, menunggu isyarat dari Federal Reserve AS dan data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS, Streible menambahkan.

Laporan IHK yang akan dirilis pada Jumat (10/12/2021) dapat mempengaruhi garis waktu Fed mengurangi dukungan ekonominya sebelum pertemuan kebijakan berikutnya pada 14-15 Desember.

Dengan narasi bergeser kembali ke kebijakan pengetatan bank sentral, yang kemungkinan akan mendorong dolar AS, setiap kenaikan emas kemungkinan akan terbatas, Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades, mengatakan.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak dikenakan bunga.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 9,1 sen atau 0,4 persen, menjadi ditutup pada 22,432 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 5,9 dolar AS atau 0,62 persen, menjadi ditutup pada 955,9 dolar AS per ounce.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi